Membangun Keluarga Harmonis

  • Whatsapp

Oleh Ahmad Farisi*

Kehidupan keluarga yang harmonis dan penuh dengan kedamaian adalah harapan setiap insan manusia yang berumah tangga. Namun, pada kenyataannya banyak rumah tangga yang gagal mencapainya. Menurut Naylil Moena, kegagalan menggapai kehidupan keluarga yang harmonis itu adalah karena terjadinya krisis ekonomi keluarga, keterlibatan orang ketiga, kesalahan komunikasi seksual, dan kekerasan rumah tangga. Hal semacam itu sangat rawan terjadi dan menjadi cikal-bakal berkecamuknya konflik kekeluargaan yang menjadikan kehidupan keluarga tidak lagi harmonis.

Bacaan Lainnya

Karena itu, menurut buku ini, untuk mengatasi semua itu, buku ini merekomendasikan agar sebaiknya pasangan suami istri bisa saling memahami dan menyikapi perbedaan dan konflik itu secara dewasa dan menerimanya sebagai suatu hal untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing. Agar tidak berakhir pada hal-hal yang tidak diinginkan, sebut saja seperti perceraian.

Namun, terlepas dari semua itu, menurut Naylil Moena, dalam buku ini, seorang istri, sebagai ibu rumah tangga punya peran dan peluang besar untuk membangun harmonisme kekeluargaan itu. Dengan cara dan trik-trik jitu sebagai berikut:

          Pertama, mengendalikan emosi. Dalam berumah tangga, ketidaksepahaman antara suami dan istri adalah lazim kali terjadi. Hal itu dipicu karena perbedaan karakter yang fundamental. Terkadang, ketidaksepahaman itu mengarah pada suasana yang tegang. Dan, jika tidak bisa dikendalikan, maka pertengkaran pun tak akan dapat dihindari.

Pada suatusi demikian, menurut Naylil, sebagai sosok perempuan yang punya karakter lemah-lembut, dan punya indra perasaan yang lebih dalam, sosok istri harus bisa menahan diri agar tetap tidak emosi, meski pada kenyataannya ketegangan itu disebabkan oleh perilaku suami. Sosok perempuan harus bisa mengalah. Hal ini tiada maksud untuk merendahkan kaum perempuan.

Akan tetapi, semua itu demi keberlangsungan harmonisme kekeluargaan. Karena, seperti disebutkan di atas, sosok perempuan punya perasaan yang lebih dalam dan lebih lembut. Sebab itu, menyadari akan potensinya ini, perempuan harus menjadi air di tengah berkobarnya api.

          Kedua, memuaskan suami. Dalam kehidupan berumah tangga, konflik kekeluargaan terkadang dipicu oleh rasa bosan. Dan, rasa bosan itu datang karena kehidupan yang monoton. Karena itu, sebagai seorang istri, perempuan harus bisa memuaskan seorang suami. Bukan hanya di atas ranjang saja, tetapi dalam berbagai hal.

Jika seharian penuh suami kerja mencari nafkah untuk keluarga. Maka sepulang banting tulang itu, seorang istri harus peka perihal apa yang sekiranya bisa mengobati rasa lelah suimi, dibuatkan teh, kopi dan lainnya agar suaminya merasa dihargai dan dianggap kehadirannya di rumah. Dengan demikian suami akan merasa semakin sayang. Dan, harmonisme kekeluargaan bisa tetap terjaga, terawat dan semakin kokoh ke depannya.

          Ketiga, cerdas dan mandiri mengelola keuangan keluarga. Di era konsumerisme seperti saat ini, tidak jarang masalah keuangan keluarga menjadi sebab terjadinya konflik dalam sebuah rumah tangga. Hal itu, bisa disebabkan karena seorang kadang kala istriterlalu boros dalam memakai uang saku yang diberikan suaminya.

Karena itu, dalam hal ini, seorang istri harus bisa cerdas dan mandiri dalam berbelanja. Jangan hanya belanja dan belanja. Jika bisa dan mampu, juga harus berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang tambahan belanja agar tak terlalu merepotkan suami, sehingga dapur tetap bisa mengepul meski sang suami sedang dalam krisis keuangan.

Niscaya, jika tiga hal di atas itu dilakukan dan diamalkan sungguh-sungguh, akan tercapailah kehidupan keluarga yang harmonis itu. Buku yang ditulis oleh seorang ibu rumah tangga kelahiran Jakarta, 11 September 1981 ini cukup inspiratif dan memukau. Setiap seorang ibu rumah tangga sangat penting untuk membaca buku ini. Di dalamnya termuat trik-trik jitu membangun keluarga yang harmonis melalui peran dan fungsi seorang istri. Selain itu, juga ditulis ciri-ciri istri ideal yang seusia dey tuntunan syariat Islam. Sehingga, bagi Anda (ibu rumah tangga/istri) yang membaca buku ini, juga dapat belajar bagaimana menjadi seorang istri yang baik, benar dan diridhai agama.

*)Pegiat literasi di Garawiksa Institute Jogjakarta

Judul Buku      : Buat Suami Bertekuk Lutut di Hadapan Istri

Penulis             : Naylil Moena

Penerbit           : IRCiSoD

Cetakan           : Pertama, 2020

Tebal               : 214 halaman

ISBN               : 978-602-407-767-9

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *