oleh

Membangunkan Sektor Pariwisata Madura

Tinggal Nunggu Pembukaan Secara Resmi

Kabarmadura.id-Sektor pariwisata masih jadi salah satu peggerak roda ekonomi warga Madura, utamanya objek wisata religi. Terdapat sejumlah destinasi wisata di Madura yang sering menjadi jujukan warga lokal maupun dari luar Madura.

Sektor andalan pariwisata di Madura, sejatinya masih didominasi wisata religi dengan rangkaian perjalanan dari Asta Syaichona Cholil di Bangkalan, dilanjutkan ke Asta Batu Ampar Pamekasan, Asta Tinggi Sumenep dan Asta Sayyid Yusuf di Talango. Selain asta tersebut, masih ada beberapa destinasi wisata religi lainnya.

Namun belakangan juga mulai muncul aneka wisata alam, seperti bukit Jaddih dan beberapa wisata pantai yang mulau bersolek, seperti Pantai Talang Siring, Pantai Jumiang, Pantai Slopeng, Pantai Sembilan, Pantai Kasoghi, Pantai Camplong, Pantai Lombang dan juga Gua Soekarno.

Selain dari itu, terdapat sejumlah tempat wisata buatan seperti Taman Toron Samalem,  Water Park Sumenep (WPS), Bukit Cinta di Pamekasan maupun beberapa kolam renang dan juga Perahu Cinta.

Sejumlah objek wisata yang sempat ditutup selama Covid-19 mewabah, sejauh ini belum diumumkan mulai dibukasecara resmi untuk umum. Namun diakui Kepala Dinas Pariwisata Sumenep Bambang Irianto, saat ini ada sebagian sudah ada dan beraktivitas kembali dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Sebagian sudah mulai melakukan persiapan pembukaan kembali dan bisa dikatakan sudah buka. Kami masih kordinasikan dan sosialisasikan tentang protokol kesehatan untuk pembukaan secara resminya,” urai Bambang Irianto.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Disparbud Pamekasan, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Nurul Widi Astuti mengatakan, pihaknya telah membuka sektor pariwisata berdasarkan pada surat edaran dari gubernur Jawa Timur pada 30 Juni 2020 lalu.

Berbekal surat itu,bupati Pamekasan mengeluarkan surat edaran pembukaan usaha pariwisata.

Pembukaan tempat pariwisata juga sudah dilakukan di Bangkalan. Kepala Budaya dan Pariwisata Disbudpar Bangkalan Moh Hasan Faisol menuturkan, pembukaan tempat pariwisata juga dibarengi pengawasan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami sudah melaunching tempat wisata tangguh, agar tempat wisata yang dibuka menjalani protokol kesehatan,” jelas Hasan.

Sampang, menjadi satu-satunya kabupaten di Madura yang secara tegas belum membuka tempat pariwisata secara massal dan untuk umum.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Imam Sanusi memastikan, pembukaan tempat wisata yang saat ini sudah beroperasi, atas inisiatif pengelola, belum ada izin resmi dari pemerintah daerah, karena hingga kini masih proses kajian.

Pihaknya juga masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pengajuan surat izin pembukaan pariwisata sejaitnya sudah dilayangkan beberapa waktu lalu, tetapi hingga kini belum ada keputusan.

“Kami tidak bisa sampai pada upaya penindakan, karena kemarin suratnya berupa imbauan, bukan pelarangan tegas. Selain itu, mereka malakukan usaha atas modal sendiri dan berkaitan dengan nasib mereka untuk bisa bertahan,”urainya.(timKM)

Quote Anggota DPRD

KM/DOKUMEN

 Syukri: Anggota Komisi IV DPRD Sumenep

“Prinsipnya, dewan (DPRD) mendukung upaya menggiatkan kembali pariwisata di Sumenep. Sebab, hal itu sekaligus sebagai membangkitkan perekonomian masyarakat. Sudah lama tanpa aktivitas apa pun, sementara pemulihan ekonomi terkesan lambat, jadi kami mendukung untuk dibuka. Tetapi, pemerintah harus mempersiapkan segala hal dengan aturan serta pengawasan agar tidak sampai berakibat fatal. Jangan hanya membuka kemudian longgor dan tanpa pantauan.”

Syafiuddin: Wakil Ketua DPRD Pamekasan

Dibukanya dunia pariwisata dapat memunculkan semangat baru bagi masyarakat Pamekasan untuk kembali membangkitkan roda ekonomi dan beradaptasi dengan protokol kesehatan. Semoga ada semangat baru bagi masyarakat di tengah wabah yang belum diketahui secara pasti kapan akan berakhir ini.

Moh. Iqbal Fatoni: Anggota Komisi IV DPRD Sampang

“Mestinya pihak Disporabudpar menjalin kerja sama dengan pihak dinas kesehatan agar dalam penerapan protokol kesehatannya lebih maksimal. Jika tidak bekerja sama, usaha pemkab selama ini dalam mencegah dan menangani Covid-19 jadi sia-sia,”

“Disporabudpar harus mengeluarkan peringatan kepada para pemilik dan pengelola wisata yang menerima kunjungan di tengah wabah ini. Jika tidak bisa menerapkan protokol kesehatan secara maksimal, maka bisa dijatuhi sanksi berupa penutupan dengan harapan ada efek jera, biar tidak asal buka.”

H Subaidi: Anggota Komisi D DPRD Bangkalan

Pembukaan sektor wisata oleh pengelola harus sesuai dengan protokol kesehatan. Dibukanya kembali sektor wisata memang akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Tetapi, menjaga kesehatan harus diimbangui dengan baik sehingga penyebaran Covid-19 semakin berkurang

Tidak Semua Pengajuan Izin Dikabulkan

KM/DOKUMEN

SUMENEP-Tahapan untuk membuka kembali bisnis pariwisata di Sumenep, bukan hanya lantaran terbitnya izin dari Disbudparpora Sumenep. Namun, juga harus terdapat rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumenep.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumenep Rahman Readi mengatakan, tidak semua wisata yang mengajukan akan buka. Sejauh ini, terdapat duadestinasi wisata yang mengajukan, di antaranya Gua Sukarno dangan Water ParkSumekar (WPS). Namun, persyaratanharus mengacu pada protokol kesehatanbelum lengkap.

“Pemahaman terhadap pengelola wisata sudah diberi surat edaran untuk memenuhi sesuai protokol kesehatan,” ujar dia.

Dari sisi pendukung pembukaan kembali sektor pariwisata, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra mengetakan, sejatinya sudah siap menertibkan para penjual yang berada di tempat wisata.

Penertiban tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai pemberitahuan melalui surat edaran dan imbauan agar tidak berkerumun saat melayani konsumen.

“Intinya, penerapan protokol kesehatan sudah disosialisasikan dan disiapkan, kami akan kerjasama dengan Satpol PP” ujar Agus.(imd/waw)

 

 

Komentar

News Feed