Membuat Kumuh SGB, Pemkab Anggarkan Relokasi PKL Rp1 M

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) MENINJAU: Asisten Perekonomian Setkab Bangkalan bersama dinas terkait menentukan lokasi pemindahan pkl SGB

KABARMADURA.ID, Bangkalan –  Anggaran untuk pemindahan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) ke taman rekreasi keluarga (TRK) cukup besar. Hal itu terbukti tahun Pemerintah Kabupaten Bangkalan menganggarkan Rp1 miliar untuk pemindahan PKL tersebut.

Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setkab Bangkalan Muhammad Fahri menuturkan, anggaran pemindahan PKL dalam rangka pemulihan perekonomian nasional. Serta untuk penataan ruang di SGB yang selama ini banyak dijadikan lokasi PKL sebagai lapak.

Bacaan Lainnya

“Bertahap, sementara ini 20 PKL yang menempati SGB area selatan terlebih dahulu,” katanya, Selasa (20/10/2020).

Dijelaskan Fahri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) selaku pihak yang bertanggung jawab dalam pengeloloaan SGB telah menyetujui atas pemindahan tersebut. Untuk itu, dia mengaku, sudah mengatakan Desember 2020 selesai dilakukan pemindahan.

“Sekarang kami sedang menentukan lokasinya di TRK sebelah mana. Ini perencanaan sudah mulai, tinggal menentukan tempat saja. Makanya kami komunikasi pada dinas terkait,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, bahwa anggaran tersebut nantinya untuk belanja modal dan dana hibah. Dimana dana hibah tersebut akan memindahkan para PKL yang ada di SGB. Terlebih, nantinya akan dijadikan venue latihan piala dunia U-20. Sehingga Pemkab Bangkalan meminta agar stadion kebanggaan masyarakat Bangkalan itu tidak terlihat kumuh.

“Selain memindah para PKL, juga bantuan itu untuk membangun toilet di dekat SGB,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL SGB Jimhur Saros menuturkan, pada dasarnya PKL yang ada di stadion sudah setuju jika dilakukan relokasi. Sehingga tidak mempermasalahkan apabila relokasi itu sebagai upaya agar SGB lebih dan tidak terlihat kumuh.

“Kalau para PKL setuju dan mendukung,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan, jumlah PKL yang ada di SGB saat ini setidaknya ada 185 pedagang. Namun, akibat wabah Covid-19 banyak pedagang yang tidak berjualan. Sehingga jumlah saat ini berkisar di angka 100 PKL.

“Karena covid-19, banyak jualan yang sepi. Akhirnya pedagang banyak yang memilih tidak berjualan,” tandasnya. (ina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *