oleh

Menakar Koalisi PDI-P dan Gerindra di Pilkada Sumenep

Kabarmadura.id/Sumenep-Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) Sumenep, sejauh ini belum berani terang-terangan mengenai rekan koalisinya. Namun partai yang sudah cukup lama memastikan akan mengusung Achmad Fauzi sebagai calon bupati itu, diperkriakan mulai dekat dengan Partai Gerindra.

Terlebih, untuk bisa mengusung pasangan calon pada Pilkada Sumenep 2020, kedua partai politik (parpol) tersebut harus sama-sama menggandeng koalisi. PDI-P yang hanya memilki 5 kursi dan Partai Gerindra yang hanya memiliki 6 kursi di legislatif, tidak bisa mnegusung secara mandiri.

Sebab, untuk mengusung pasangan calon (paslon), minimal harus memiliki 10 kursi di legislatif. Sehingga, tidak ada pilihan selain harus menggandeng parpol lain untuk berkoalisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya di internal Partai Gerindra, ada kemungkinan bakal menggaet PDI-P untuk jadi rekan koalisi. Bahkan, sejauh ini sudah ada indikasi timbal balik yang positif dari  PDI-P.

Selain itu, kendati DPC Partai Gerindra Sumenep tidak membuat penjaringan bakal calon secara terbuka, namun sudah meminta pengurus pusatnya di Jakarta untuk menjatuhkan rekomendasi kepada salah satu dari tujuh tokoh yang diajukan. Namun, tujuh orang yang diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra itu masih dirahasiakan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Partai Gerindra Sumenep KH Ilyasi Siradj juga tetap dengan pendiriannya, yakni tidak ingin membicarakan soal koalisi ke publik. Alasannya, menunggu perkembangan dari DPP Partai Gerindra terkait siapa tokoh yang direkomendasikan.

“Kalau secara khusus dengan PDI-P, saya rasa tidak seperti itu, karena memang saya sendiri terbuka untuk semua partai,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris DPC PDI-P Sumenep Abrari juga memilih hati-hati dalam bersuara. Meskipun partai berlambang banteng itu harus berjuang dengan parpol lain, soal komitmen koalisi dengan parpol lain, spesifikasinya juga masih remang-remang, termasuk kemungkinan bergandeng dengan Partai Gerindra.

“Pokoknya partai apa saja yang mau,” paparnya.

Sejauh ini, jelas Abrari, yang dilakukan partainya adalah melanjutkan segala tahapan persiapan di internalnya. Soal komunikasi dengan parpol lain, masih secara umum dan terbuka dengan parpol apa pun.

“Sejauh ini koalisi belum ditentukan, tetapi untuk komunikasi dibangun dengan hampir seluruh partai, untuk koalisi tentunya nanti pasti, dengan partai yang mau,” katanya, Kamis (13/2/2020).

Selain itu, persiapan yang juga dilaksanakan adalah mulai menggerakkan relawan yang selama ini sudah terkaver di setiap titik atau kecamatan, baik itu terdiri dari kader maupun hasil penjaringan bersama tokoh masyarakat.

Survei-survei juga sedang dlakukan sebagai motivasi dalam bersaing dengan sejumlah calon lain, dan yang selanjutnya adalah menggalang cost politik.

“Calon yang kami usung kan ketua DPC yaitu Achmad Fauzi, tentunya dengan modal hasil survei atau dari perspektif riset dan survei, calon yang diusung berpotensi keluar sebagai pemenang, bismillah,” imbuhnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed