oleh

Menaladani Kegigihan Kapus Kedungdung Optimalkan Pelayanan Kesehatan

Berangkat dari Kesederhanaan, Tuntaskan Pendidikan Hingga S2

Kabarmadura.id/Sampang-Hidup sederhana tidak lantas menggugurkan cita-cita Zahruddin. Kepala Puskesmas Kedungdung, Kabupaten Sampang itu, mengaku harus mengalahkan kesederhanaan demi menuntaskan pendidikan.

JAMALUDDIN, KEDUNGDUNG

Sebagai Kepala Puskesmas Kedungdung, Zahruddin mempunyai motivasi besar untuk memberikan layanan kesehatan yang maksimal. Terbukti, dari tahun 1995, Zahruddin bekerja sebagai staf di Puskesmas Kamoning.

Setelah dua tahun mengabdi di Puskesmas Kamoning, dirinya menjadi tenaga kesehatan teladan pada 1997. Setelah pengabdian lamanya menjadi staf di puskesmas,  dirinya diangkat menjadi Kapus Jrangoan, Kecamatan Omben pada 2012-2017.

Inovasi untuk memberikan layanan kesehatan yang prima, menghantarkan dirinya sukses mengawal Desa Napo Laok, Kecamatan Omben, menjadi kriteria Desa PHBS terbaik 4 nasional. Berkat kegigihannya juga, Desa Kramat dinobatkan sebagai Posyandu terbaik ke-2 se Jawa Timur.

Di balik kesuksesan Zahruddin di bidang layanan kesehatan, tidak banyak yang mengetahui latar belakang Kapus Kedungdung tersebut. Dirinya terlahir dari keluarga seorang petani. Kendati demikian, strata sosial keluarga tidak lantas membuat semangatnya untuk menjadi tenaga medis redup. Bahkan, kedua orang tuanya, sangat mendukung cita-cita Zahruddin.

“Latar belakang dari keluarga petani, tidak menjadi alasan, yang penting ada kemauan. Terbukti dari semua puskesmas yang pernah saya jajaki punya penilaian baik. Cuma kendala yang belum selesai sampai saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat tentang kesehatan,” ungkapnya.

Apa yang diraihnya saat ini tentu melalui perjuangan yang melelahkan. Zahruddin mengaku, sebagai anak seorang petani, dirinya kerap kali mengalami kesusahan dalam memenuhi kebutuhan biaya pendidikan.

Bahkan beberapa kali, dirinya harus susah payah mencari pinjaman hanya untuk membaya uang semester yang belum mampu dipenuhi dari hasil pertanian kedua orang tuanya.  Beruntung, saat melanjutkan pendidikan D3 Keperawatan, dirinya sudah kerja, sehingga bisa membiayai sendiri pendidikannya.

“S1 sampai S2 saya kuliah kesehatan di Unair, untuk S2 saya kuliah tahun 2010, alhamdulillah pada saat itu saya bisa biaya sendiri, bahkan bisa membiayai empat adik-adik saya kuliah,” imbuhnya.

Selama dia ada di dunia kesehatan, tidak mudah memahamkan masyarakat untuk bisa berprilaku sehat. Selain itu adanya pengaruh tokoh yang kadang belum bisa memahami maksud dan tujuan memberikan pelayanan kesehatan, sehingga berakibat adanya penolakan seperti yang terjadi saat ada wabah Covid-19 ini.

Padahal ia menuturkan, dirinya berada di dunia kesehatan mempunyai tujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, utamanya terhadap masyarakat di Kecamatan Kedungdung.

Di setiap tempat dia mengabdi, dia menginginkan meningkatkan performa Puskesmas (kebersihan lingkungan dan penampilan karyawan), pemperbaiki layanan, memperbaiki manajemen puskesmas dan menjadikan Puskesmas Kedungdung menjadi pilihan pertama dan utama oleh masyarakat.

“Langkah-langkahnya itu pembenahan performa / penampilan Puskesmas secara utuh, perbaikan pelayanan baik UKP dan UKM, perbaiki skill petugas serta mental dan motivasinya, terutama bagi kami adalah memperbaikan manajemen,” pungkasnya. (pin)

 

Komentar

News Feed