Menang Praperadilan, Polda Jatim Belum Tahan Dukmang

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) DIDALAMI LAGI: Setelang menang prapreadilan, Polda Jatim tidak langsung menahan tersangka kasus perdagangan solar subsidi secara subsidi ilegal di Madura.

Kaabarmadura.id/Sumenep-Kendati sudah menang praperadilan, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) belum berani terang-terangkan akan menahan Masduki Rahmat alias Dukmang yang sudah sah menyandang status tersangka.

Kepala Cabang (Kacab) PT Pelita Petrolium Indonesia (PT PPI) tersebut, diketahui tersangdung kasus perdagangan solar ilegal yang selama ini diselidiki Polda Jatim.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jatim Komisaris Besar (Kombes) Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, saat ini Dit Reskrimsus Polda Jatim melanjutkan proses penyidikan, agar bisa segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum untuk diadili ke pengadilan.

“Mengenai penahanan pada Kacab PT PPI, Masduki Rahmat alias Dukmang, masih didalami lagi, insyaallah besok Senin (27/01/2020) akan diproses,” katanya, Minggu (26/1/2020).

“Setelah polda memenangkan praperadilan di PN Sumenep bahwa status tersangka sudah berdasarkan hukum, maka saat ini proses penyidikan berlanjut. menunggu info selanjutnya ya,” imbuh pejabat baru yang menggantikan posisi Kombes Pol Frans Barung Mangera di Polda Jatim itu.

Sebelumnya, putusan PN Sumenep yang dibacakan hakim tunggal Wahyu Widodo menyatakan menolak gugatan praperadilan pemohon seluruhnya, sehingga penetapan tersangka terhadap yang bersangkutan dinyatakan sah secara hukum.

“Kami Menolak permohonan praperadilan pemohon seluruhnya, menyatakan berkas termohon dalam penetapan tersangka sah menurut hukum,” ujarnya di depan pemohon dan termohon, Jumat (24/1/2020).

Untuk diketahui, praperadilan itu bermula ketika Polda Jatim menetapkan Masduki Rahmat alias Dukmang sebagai tersangka kasus perdagangan solar subsidi secara ilegal. Penetapan tersangka itu, setelah perusahaan yang dipimpinnya diduga sengaja menimbun solar bersubsidi, kemudian menjualnya ke perusahaan lain dengan harga nonsubsidi.

Kendati Polda Jatim membongkar kasus penimbunan solar ilegal yang juga terjadi di Bangkalan, namun kasus yang menjerat Masduki, dinilai berbeda, tidak seperti banyak diberitakan selama ini.

Polda Jatim membongkar dugaan penyelewengan solar di SPBU di Bangkalan. Ternyata, solar tersebut diduga kuat juga dipasok ke perusahaan di Sumenep. Salah satunya, PT PPI. Hal ini sehubungan ditemukannya tiga buah tangki duduk berwarna hitam yang berisi solar di Desa Kebun Dadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Dalam tangki duduk yang ditempatkan di drum truk itu, polisi menemukan solar-solar yang ditimbun tanpa dokumen lengkap. BBM itu dibeli PT PPI dari PT Jagad Energi dengan harga Rp5.700 per liter. Selanjutnya dijual kembali dengan harga Rp 6.000 per liter. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *