oleh

Menang PTUN, Tujuh Perangkat Desa Nyalabu Daya Bisa Kembali Duduki Jabatan

Kabarmadura.id/Pamekasan–Kasus pencopotan tujuh perangkat Desa Nyalabu Daya, Kecataman Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, oleh kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak tahun 2019, kini menemui titik terang.

Setelah melalui tahap persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya, ketujuh perangkat desa selaku penggugat dinyatakan menang pada sidang putusan yang digelar pada Kamis (24/9/2020).

Ach. Supyadi pengacara dari tujuh perangkat desa yang dicopot itu mengatakan, putusan pengadilan telah memenangkan kliennya. Artinya, segala tuntutan yang disampaikan oleh pihaknya dikabulkan oleh pengadilan melalui amar putusan majelis hakim.

“Secara tegas PTUN Surabaya menolak eksepsi tergugat satu dan eksepsi tergugat dua,” ungkapnya, Kamis (24/09/2020) malam.

Dijelaskannya, setelah melalui proses persidangan yang panjang, amar putusan menolak eksepsi tergugat satu yakni Kepala Desa Nyalabu Daya terpilih dan tergugat dua yakni perangkat desa baru yang diangkat oleh kades terpilih.

“Jadi seluruh gugatan kami dikabulkan oleh pengadilan. Salah satunya adalah membatalkan SK pemberhentian terhadap teman-teman perangkat desa yang lama,” urainya.

Supyadi juga menguraikan, pengadilan juga memerintahkan kepada tergugat satu, yakni Kades Nyalabu Daya untuk mencabut SK pemberhentian perangkat desa yang lama, dan mengembalikan posisi mereka sebagai perangkat desa menggantikan perangkat desa yang baru diangkat.

Pihaknya juga berharap kepada semua pihak untuk menerima putusan pengadilan tersebut, termasuk tergugat. Karena, kata Supyadi, apabila masih melakukan upaya hukum lain hingga tingkat banding maupun kasasi, maka hasilnya akan sama.

“Jika boleh saya menyarankan kepada tergugat, hendaknya mari legowo dan lapang dada menerima putusan ini,” pintanya.

Selain itu, jika masih ada upaya hukum lain, maka pihaknya sangat siap untuk menghadapinya. Bahkan Supyadi menegaskan, unsur pidana dalam kasus tersebut sedang dikaji dan bisa saja dilaporlan kepada pihak yang berwajib.

“Kalau tergugat mau melakukan upaya hokum, monggo. Karena kami siap sekali untuk menghadapi. Persiapan kami sudah matang,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed