Mencintai Tanpa Batas

  • Whatsapp

Five Feet Apart mendapat apresiasi yang baik saat pertama kali diluncurkan 20 November 2018, tak mau ketinggalan, Gramedia Pustaka Utama langsung menerjemahkan dan menerbitkannya di tahun 2019 dengan kaver unik berbentuk paru-paru. Novel ini termasuk dalam jenis young adult yang paling diminati karena ceritanya tentang sebuah perjalanan hidup remaja yang terserang penyakit langka, megajarkan bagaimana mencintai tanpa batas walau fisik membatasi dan persahabatan indah.

Bercerita tentang Stella Grant dan Will Newman yang menderita CF (Cystic Fibrosis), penyakit ini adalah penyakit langka yang ada di dunia, dimana penderita mengalami kelebihan lendir dalam tubuh. Bilamana manusia normal mempunyai lendir yang berfungsi untuk pelicin, penderita CF, atau biasa disebut CF-ers, mengalami penyumbatan dalam organ vital karena  kelebihan tersebut. Otomatis yang terserang paling utama adalah paru-paru.

Jika penderita kanker bisa saling menyentuh, sesama CF-ers diharapkan tidak boleh menyentuh dan harus terpisah dengan jarak 2 meter. Karena batuk dan virus mereka bisa saling membahayakan. Namun, penderita CF bisa berdekatan dan beraktifitas normal dengan yang bukan penderita. Membaca buku ini, pembaca akan dibawa bersyukur karena menjalani hidup yang sehat.

Sudut pandang dari buku dipakai oleh Stella. Kehidupan keseharian Stella sungguh sangat menyiksa. Bangun pagi untuk minum puluhan obat, memakai vest untuk membantu mengeluarkan dahak, tidak dapat berolahraga atau aktifitas yang berat dan serangkaian kegiatan penyembuhan, yang Stella tahu bahwa tidak ada obat untuk dirinya. Namun, Stella tidak pernah menyerah, dengan channel youtubenya, ia tetap semangat membagikan kehidupan CF-nya dan mempunyai banyak penggemar yang selalu setia mendengarkan kisahnya.

Suatu hari, datang pasien baru bernama Will Newman yang sudah menderita CF stadium paling akhir. Will mendapat terapi khusus penyembuhan (ini hanya ada dalam buku, di dunia nyata sudah dipastikan tidak ada). Namun, Will tidak peduli. Ia tetap tidak meminum obatnya dan melanggar semua peraturan rumah sakit. Melihat hal ini, Stella menjadi geram, karena banyak sekali penderita CF yang menginginkan posisi Will. Dan karena OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang juga dideritanya, Stella akhirnya berkeinginan membantu Will, dan Will meminta imbalan untuk menggambar Stella.

“Kita perlu sentuhan dari orang-orang yang kita cintai, hampir sama seperti kita perlu udara untuk bernafas. Aku tidak pernah paham kenapa sentuhan itu begitu penting, sentuhannya… sampai aku tidak akan pernah mendapatkannya.”

Banyak menghabiskan waktu berdua, Will dan Stella akhirnya jatuh cinta. Tentu saja, kisah mereka ditentang oleh banyak pihak, terkecuali Poe, sahabat Stella yang juga pasien CF. Poe membantu Will dan Stella kencan, dengan mengalihkan perhatian para staf rumah sakit. Will dan Stella yang karena lelah dengan jarak 2 meter akhirnya memutuskan untuk menguranginya menjadi satu setengah meter dan bergandengan tangan dengan memakai tongkat biliar diantara mereka. Awalnya semua berjalan normal, namun kematian Poe mengubah segalanya.

Five Feet Apart mungkin bukan novel terbaik dan termasuk novel yang kacangan dengan premis biasa saja. Namun, membacanya, kita menjadi banyak tahu tentang berbagai penyakit dan bagaimana cara menjalani hidup ketika menghadapi sebuah penyakit, lewat pandangan Stella. Dan tentu saja nomor satu yang ditegaskan disini adalah rasa bersyukur bahwa kita tidak menderita CF. Five Feet Apart tidak membuat kita lemah karena suatu penyakit. Ketiga penulis novel ini, mengedepankan bagaimana pembaca untuk memanusiakan penyakit.

Penulis lahir di Jakarta, lulusan S1 Akuntansi.

Keterangan Buku:

Judul: Five Feet Apart

Judul Alternatif: Satu Setengah Meter

Penulis : Rachael Lippincott, Mikki Daughtry, Tobias Iaconis

Penerjemah: Daniel Santoso

Penyunting: Tri Saputra Sakti

Desain Sampul: Sukutangan

Penerbit: GPU

Terbit: Maret 2019

Tebal: 328 hlm.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *