oleh

Mendadak Ganti Ketua PPP,Tim Pemenangan Tuntut Kejelasan Status

KABARMADURA.ID, Sumenep – Jelang pelaksanaan Pilkada Sumenep 2020, tensi politik di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep justru memanas. Gejolak itu, dampak dari pemberhentianKH. Muhammad Salahuddin A. Warits dari ketua DPC PPP Sumenep .

Setelah KH. Muhammad Salahuddin A. Warits diberhentikan, Khairul Fattah diangkat sebagai Plt ketua DPC PPP Sumenep. Pengangkatan ituberdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur Nomor 26-A/SK/DPW/C/X/2020 tertanggal 12 Oktober 2020.

Pergantian ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Sumenep tersebut cukup mengejutkan. Bahkan, SK yang ditandatangani Ketua DPW PPP Jatim MH. Musyaffa’ Noer dan Sekretaris Norman Zien Nahdi itu timbul gejolak. Karena pengaruhi strategi pemenangan paslon bupati yang dirancang PPP untuk Pilkada Sumenep 2020.

Diketahui, PPP Sumenep menjadi bagian dari pengusung pasangan calon bupati (cabup) Fattah Jasin dan Kiai Ali Fikri. Bahkan, sekretaris tim pemenangan dari pasangan dengan julukan FJ-Mas Kiai itu, dimandatkan dari PPP, yakni Akhmad Asy’asri, yang juga menjabat wakil bendahara DPC PPP Sumenep.

Setelah menjabat Plt. Ketua DPC PPP Sumenep, Khairul Fattah juga memandatkan lagi kepada Akhmad Asy’asri sebagai sekretaris pemenangan paslon FJ-Mas Kiai.

Namun akibat dimandatkan ulang itu, kegiatan tim pemenangan paslon FJ dan Mas Kiai ikut terganggu. Sekretaris tim pemenangan FJ-Mas Kiai, Akhmad Asy’asri mengaku sengaja menghentikan kegiatan lantaran terjadi pergantian ketua DPC PPP.

Bagi Asyari, ketika terjadi pergantian keta DPC, SK tim pemenengan harus ditinjau ulang, termasuk status tim. Yang diinginkan, DPC PPP memberi kepastian mengganti atau buat keputusan yang memberikan kewenangan kepada tim pemenangan yang ada untuk melanjutkan rencana sebelumnya.

“Ya pada Jumat kemarin, saya sempat memutuskan untuk tidak meneruskan apa yang direncanakan sejak awal, karena ketuanya berganti,” kata Asy’ari yang saat ini menjabat sebagai wakil bendahara DPC PPP Sumenep.

Kendati tuntutan dipenuhi, yaitu dirinya sudah diberikan kewenangan melanjutkan sebagai sekretari pemenangan di pilkada, melalui rapat koordinasi DPC PPP, pihaknya masih akan mengkaji keputusan, baik secera tekstual dan kontekstual.

“Ya suratnya disampaikan tanggal 17 Oktober kemarin, tapi memang berdasarkan itu tentunya saya masih harus mendalami tentang itu, terkait menjadi tim pemenangan, hal itu juga berdasarkan saran dari partai pengusung saya memang disaran melanjutkan, meskipun ada pergatinan ketua DPC,” imbuhnya.

SementaraPelaksana tugas(Plt) Ketua DPC PPP Sumenep A. Khairul Fattahmengatakan, setelah jabatan ketua DPC diamanatkan ke dirinya, memang sudah menjadi keputusan DPW dan DPP PPP jelang Pilkada serentak 2020.

“Sehingga untuk melanjutkan rencana dalam memenangkan calon yang diusung, tentunya tetap seperti rencana awal, seperti tidak merubah sekretaris pemenangan, yaitu Akhmad Asyari,” paparnya.

SedangkanSekretaris DPC PPP Sumenep M Syukri juga menjelaskan, sebagai kader, harus patuh terhadap petunjuk dari atasan partai, sehingga solidaritas internal partai dapat segera pulih ketika ada persoalan-persoalan.

”Semua keputusan memang dari DPW dan DPP memang harus diikuti, itu yang menjadi dasar kami dalam beraktivitas di partai, termasuk penggantian dan langkah selanjutnya,” ungkapnya. (ara/waw)

 

Komentar

News Feed