Mendampingi Anak “Belajar Online” di Rumah

  • Whatsapp

Oleh Sam Edy Yuswanto*

 

Virus Corona yang menular dengan begitu cepat hingga ke berbagai kota di negeri ini berdampak pada libur sekolah yang diperpanjang selama beberapa hari ke depan atau menunggu kondisi benar-benar kondusif. Selanjutnya, sekolah menerapkan sistem belajar di rumah masih-masing murid dengan pendampingan orangtua. Sebagaimana kita ketahui, salah satu cara untuk mengantisipasi virus terrsebut agar tak menyebar semakin luas adalah dengan menerapkan social distancing atau menjaga jarak dengan kerumunan atau keramaian.

Berbicara tentang arti atau definisi social distancing, ada ulasan menarik dari laman Indozone (27/03/2020). Social distancing adalah tindakan pembatasan untuk mengendalikan infeksi nonfarmasi atau memperlambat penyebaran suatu penyakit menular. Dihimpun berbagai sumber, social distancing merujuk pada tujuan mengurangi penularan virus dari satu orang ke orang lain. Menurut Center for Disease Control (CDC), social distancing adalah tindakan menjauhi segala bentuk perkumpulan, jaga jarak antar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Langkah pemerintah membuat kebijakan social distancing atau menjaga jarak antar satu dengan yang lain menjadi hal paling penting dilakukan dalam situasi pandemi Corona atau Covid-19. Untuk itu, beberapa sekolah di Indonesia menghentikan proses belajar-mengajar tatap muka. Sebagai gantinya siswa akan belajar di rumah secara online. Kondisi ini diharapkan tidak sampai mematahkan semangat belajar siswa-siswi, karena pendidikan untuk mereka tetap menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan bersama (Liputan6.com, 27/03/2020).

Berbicara pendidikan anak, selain menjadi tanggung jawab orangtua, juga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak yang notabene menjadi penerus perjuangan negeri ini. Dalam Panduan Sekolah dan Madrasah Ramah Anak (Erlangga, 2016) dijelaskan, pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia, karenanya setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan sesuai minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, status ekonomi, suku, etnis, agama, dan gender. Negara Indonesia telah memiliki berbagai instrumen hukum untuk mendukung hak anak atas pendidikan.

 

Mendampingi Anak Belajar Online

Kegiatan belajar mengajar yang tak lagi berada di sekolah otomatis membuat para orangtua harus berupaya mendampingi anak belajar secara online. Tak hanya mendampingi, tapi juga berusaha memotivasi anak agar tetap semangat dalam mengerjakan tugas-tugas yang dikirim secara online lewat smartphone oleh gurunya. Bila ada tugas atau mata pelajaran yang belum dipahami anak, tugas orangtua berusaha memahamkannya, atau bila orangtua sama-sama belum paham maka bisa segera menghubungi guru wali kelas atau pihak sekolah terkait.

Setiap orangtua atau siapa saja yang menjadi wali murid harus memahami bahwa mendampingi anak saat belajar di rumah adalah merupakan hal penting yang tak boleh diabaikan. Direktur Pendidikan Karakter dan Education Consulting, Doni Koesoema A, mengatakan dari banyak teori psikologi perkembangan anak, terbukti bahwa anak yang didampingi orangtua di rumah akan cenderung lebih baik dalam proses pembelajarannya. Hal ini menurutnya, selaras dengan teori pendidikan dari tokoh zona of proximal development yang mengatakan bahwa anak akan lebih berkembang dalam proses pembelajaran ketika didampingi orang dewasa (Republika.co.id, 08/01/2015).

Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terdapat beberapa daerah yang telah menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah. Kemendikbud mengimbau para pendidik dapat menghadirkan belajar yang menyenangkan dari rumah bagi siswa dan mahasiswa. Hal tersebut diutarakan Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana, di Jakarta pada hari Minggu (22/03/2020).

Erlangga juga menegaskan, bahwa belajar di rumah tidak berarti memberikan tugas yang banyak kepada siswa atau mahasiswa. Tetapi menghadirkan kegiatan belajar dan mengajar yang efektif sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Sementara itu menurut Taryono, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang yang telah menerapkan kegiatan KBM online di kotanya, pembelajaran daring (online) dilakukan dengan disesuaikan kemampuan masing-masing sekolah. “Belajar menggunakan teknologi digital, di antaranya Google Classroom, Rumah Belajar, dan lain-lain. Namun yang pasti dilakukan adalah pemberian tugas melalui pemantauan pendampingan oleh guru melalui WhatsApp sehingga anak-anak betul-betul belajar,” tegas Taryono (Kemdikbud.go.id).

Lewat tulisan sederhana ini, saya mengajak kepada para orangtua di rumah agar memerhatikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) anak secara online dengan cara mendampinginya. Agar KBM tidak terasa membosankan, selingi dengan kegiatan lain yang menghibur sekaligus mendidik. Misalnya, menyelingi dengan menonton film yang mengajarkan anak tentang pentingnya memiliki kepedulian sosial terhadap sesama.

***

*Penulis adalah alumnus STAINU, Fak. Tarbiyah Kebumen.

 

Pengalaman menulis: Ratusan tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional, antara lain: Seputar Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, Koran Jakarta, Kompas, Jateng Pos, Radar Banyumas, Koran Pendidikan, Merapi, Minggu Pagi, Analisa, Pontianak Post, Sumut Pos, Malang Post, Surabaya Post, Radar Surabaya, Serambi Ummah, Kartini, Cempaka, Majalah Luar Biasa, Nova, Sabili, Rindang, Potret, Story, Berdi, Basis, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Lampung Post, dll.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *