oleh

Meneladani Jihad Ummi Kulsum

Hafidzah Pencetak Generasi Al-Qur’an

Kabarmadura.id/Pamekasan-Siapa yang menanam, dia yang akan memetik. Sesederhana itu prinsip hidup yang dipegang oleh Ummi Kulsum dalam mengabdikan diri sebagai seorang hafidz Al-Qur’an.

PAMEKASAN, HOMAIZAH

Ummi Kulsum lahir dan dibesarkan di Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Pada 2017 lalu, dirinya menyelesaikan studi S2 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dan meraih gelar Magister Pendidikan Agama Islam.

Kepada Kabarmadura.id, dia menceritakan mulai menghafal Al-Qur’an sejak kelas tiga sekolah menengah pertama (SMP). Keinginannya untuk menjadi seorang hafidz mendapat support penuh dari kedua orang tua. Dirinya menyusuri pondok-pondok pesantren yang memfokuskan pendalaman ilmu tahfidz Qur’an.

Atas dasar ilmu yang dimiliki, saat ini dirinya mengajar tahfidz di empat lembaga pendidikan yang ada di Sumenep. Baginya, menyalurkan keilmuan tahfudz merupakan pekerjaan mulia. Bahkan dirinya merasakan ketenangan dan kenyamanan saat mengajar tahfidz.

Bagi Ummi Kulsum, kebahagiaan tidak hanya diukur dari materi yang melimpah. Memiliki banyak murid diakuinya sebagai salah satu harta paling berharga.

“Awalnya saya hanya mengajar tahfidz pada anak-anak di sekitar rumah saja, namun seiring berjalannya waktu banyak lembaga yang meminta saya untuk ikut andil untuk mengajar murid-muridnya tanpa pernah saya duga sebelumnya,” terangnya, Senin (10/8/2020).

Sebelum mengajar di berbagai lembaga pendidikan yang ada di Sumenep, awalnya dia hanya mengajari adik-adiknya untuk menghafal Al-Qur’an. Namun berkat kemahirannya dalam menyalurkan ilmu, banyak orang tua yang memasrahkan anaknya untuk dididik oleh hafidzah satu ini.

Melihat tingginya minat para orang tua dan anak dalam mempelajari tahfidz Al-Qur’an, akhirnya dia membuka pengajian khusus anak-anak yang ingin mendalami tahfidz. Baginya, hal itu merupakan suatu anugerah dan hidayah dari Allah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Keikhlasan dan kontribusinya dalam menyalurkan ilmu Al-Qur’an, sangat diapresiasi oleh masyarakat sekitar. Kini setiap hari Ummi Kulsum tidak lepas dari kegiatan yang bersentuhan dengan Al-Qur’an. Setiap hari dirinya mengajar Al-Qur’an di berbagai lembaga formal. Bahkan hingga malam hari dia mengajar tahfidz di kediamannya. Anak-anak mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah pertama datang berbondong-bondong dengan semangat untuk belajar menghafal Al-Qur’an.

Semakin hari, anak-anak yang ingin belajar tahfidz semakin meningkat tanpa diduga sebelumnya. Dari situlah dia mulai memiliki wadah khusus dalam melatih anak-anak belajar menghafal Al-Qur’an yang diberi nama “Tahfidzul Qur’an Ummi Kulsum”

“Inilah salah satu kekuatan yang ada dalam Al-Qur’an, bukan saya yang mencari mereka untuk belajar Al-Qur’an, tapi justru mereka yang mencari jalan untuk belajar menghafal Al-qur’an, salah satunya Allah tunjukkan jalan melalui perantara saya” ungkapnya.

Kedatangan santri yang ingin belajar tahfidz seakan mengijabah cita-cita Ummi Kulsum sejak kecil. Berkat kemahiran, kelembutan dan keikhlasan hatinya membuat dirinya dengan mudah berinteraksi dengan anak-anak.

Bahkan, untuk agar materi pengajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik, dirinya menanamkan mindset untuk bisa masuk dalam dunia anak-anak. Meskipun banyak orang menilai, dunia anak-anak terkadang menjengkelkan, namun dirinya merasa punya tanggung jawab besar untuk benar-benar mengayomi mereka.

“Apabila benar-benar menyagayomi dengan ikhlas, saya yakin suatu saat entah saat ini atau kelak di akhirat akan kembali pada diri kita sendiri, dengan niat karena Allah bukan karena materi dan hal-hal keduniawian lainnya. Sebab apabila kita mengejar akhirat maka dunia ikut menyertai kita dalam memperoleh kebahagiaan. Hal tersebut merupakan suatu keberkahan yang saya peroleh dari Al-Qur’an. Karena prinsip saya jika mempermudah urusan orang lain Allah akan permudah urusan kita,” yakinnya. (pin)

Komentar

News Feed