oleh

Meneladani Kesederhanaan Hidup Moh. Nuruddin

Kabarmadura.id/Sampang-Terlahir dari keluarga yang sederhana, bukan suatu halangan bagi setiap orang untuk meraih apa yang diimpikan. Termasuk bagi Moh. Nuruddin. Meski terlahir dari keluarga petani, dirinya tetap semangat menuntaskan pendidikannya.

JAMALUDDIN, SAMPANG

Meski terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, Moh. Nuruddin, anak ke dua dari enam bersaudara dari pasangan Hafiluddin dan Munati ini, tetap semangat dalam menuntaskan pendidikan di perguruan tinggi.

Bahkan untuk menyelesaikan pendidikannya itu, Nuruddin nyambi sebagai tenaga pendidik di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sampang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan untuk melanjutkan pendidikannya, dirinya sempat bekerja sebagai kuli bangunan. Sebab, dirinya merasa malu jika harus meminta biaya pendidikan pada kedua orang tuanya.

Tidak hanya itu, kepada Kabar Madura, Nuruddin juga menceritakan, dirinya harus sabar menahan diri pada setiap hal yang diinginkan. Bahkan, dirinya harus rela menahan lapar akibat kondisi perekonomian yang dialami.

“Terkadang saya diberi orang tua Rp100 ribu tiap bulan, kadang Rp50 ribu, saya sangat bersyukur, karena orang tua saya memang tidak mempunyai pengahasilan lain, selain hasil tani,” ungkapnya, Kamis (16/1/2020).

Dari kehidupan yang sederhana, Nuruddin merasa bersyukur, karena banyak ilmu yang ia dapat, baik dari perjalanan hidup yang penuh keikhlasan dan kesabaran, serta dalam berkomunikasi dengan orang lain. Karena banyak pemuda dan pemudi yang hidupnya serba kecukupan, namun tidak bisa mensyukuri nikmat dengan baik.

“Alhamdulillah orang tua mengizinkan, karena bagi saya orang tua adalah jimat paling ampuh untuk mendapatkan keberkahan hidup,” ungkapnya. (pin)

Komentar

News Feed