oleh

Meneladani Konsistensi Moh. Zayyadi dalam Mendalami Ilmu Matematika

Raih Gelar Doktor dengan Mengubah Mindset “Mudah Belajar Matematika” 

Kabarmadura.id/Pamekasan-Bagi kebanyakan orang, pelajaran matematika adalah pelajaran yang begitu sulit untuk ditaklukan karena berhubungan dengan angka, menghitung, serta dipenuhi rumus-rumus yang “menyebalkan”. Namun, hal tersebut tidak bagi Moh. Zayyadi.

MUALLIFAH, PAMEKASAN

Salah satu dosen muda ilmu matematika di Universitas Madura (UNIRA) itu, baru saja meraih gelar doktor di Universitas Negeri Malang dengan bidang keilmuan matematika.   Kesukaannya terhadap pelajaran matematika, menjadikan dirinya salah satu dosen muda yang langka di bidang ilmu perhitungan.

Kepada Kabar Madura, dirinya menceritakan, konsentrasi di pendidikan matematika merupakan hal paling utama yang harus ditanamkan. Hal itu dapat dicapai dengan menumbuhkan mindset secara perlahan bahwa matematika itu mudah.

Tak pelak, dirinya memiliki sebuah slogan khusus untuk pelajaran matematika. “ mathematic for all”  begitulah dirinya menanamkan mindset tentang pelajaran yang sukar disenangi banyak orang tersebut.

Alumni UNIRA Pamekasan ini menganggap, pendidikan adalah hal utama yang wajib diperjuangkan. Sebab dengan pendidikan, orang-orang akan terlatih untuk berfikir kritis, peka terhadap lingkungan, serta bisa memberikan manfaat terhadap sesama.

“Saya percaya bahwa mathematics for all (matematika untuk semua) dapat hadir dalam kebudayaan kita, bahkan di setiap sendi kehidupan kita. Dalam konteks pembelajaran, konsep dan nilai dalam budaya local wisdom dapat menjadi salah satu hal yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran,” ungkap pria kelahiran Pamekasan 25 September 1987 kepada Kabar Madura, Selasa (28/7/2020).

Tidak hanya itu, berbagai penelitian persoalan pembelajaran matematika mengarungi perjalanan hidupanya sebagai akademisi. Diantara penelitian yang sudah dituntaskannya, yakni “Pengaruh Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Terhadap hasil Belajar”.

“Eksplorasi Etnomatematika pada Masyarakat Madura”. “Berpikir Kritis Mahasiswa dalam Memecahkan Masalah Aljabar pada Mata Kuliah Kajian Dan Pengembangan Matematika SMP”.

“Eksplorasi Etnomatematika pada Permainan Tradisional dalam Pembelajaran Matematika SD Sebagai Bentuk Interaksi Sosial Siswa, Pemahaman Mahasiswa Calon Guru yang Berkemampuan Matematika Tinggi Terhadap Operasi Baris Elementer (OBE)”.

“Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika dengan Pendekatan Metakognitif”. “Penalaran Matematika dan Pembuktian pada Generalisasi Pola, Penalaran Matematika dan Pembuktian pada Generalisasi Pola, Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Etnomatematika dalam Membangun Pemahaman Konsep Siswa”.

Exploring Prospective Student Teacher’s Question on Mathematics Teaching Practice, A Commognitive Framework: The Process of Solving Mathematical Problems of Middle School Students”. “Commognitive Mahasiswa Calon Guru dalam Pembelajaran Matematika Berdasarkan Pengetahuan Pedagogik dan Konten”.

Karya terbaru yang ditulis Dr. Zayyadi  ini yaitu “Etnomatematika Budaya Madura”. Tulisan dalam buku ini dimaksudkan sebagai harapan agar matematika tidak lagi dianggap sebagai ilmu yang membosankan, sulit.

Melalui tulisan itu juga, dirinya ingin menyampaikan kepada seluruh elemen masyarakat, bahwa pendidikan dan budaya merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan dan dihindari dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan sebagai kebutuhan dasar bagi setiap elemen masyarakat. Budaya sebagai kesatuan yang utuh dan menyeluruh yang terjadi dan berlaku suatu masyarakat. Dalam hal ini tentang budaya Madura.

“Ethnomathematic menjembatani antara budaya dan pendidikan, khususnya pendidikan matematika,” pungkasnya. (pin)

 

Komentar

News Feed