oleh

Meneladani Semangat Direktur RSUD SMart dr. Farid Anwar

Merasa Paling Bertanggungjawab Secara Moral dalam Perangi Covid-19

Kabamadura.id/Pamekasan-Menjalani peran sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr H. Slamet Martodrdjo (RSUD SMart) Pamekasan, menjadikan dr. Farid Anwar sebagai tumpuan harapan seluruh masyarakat di bidang kesehatan.

ALI WAFA, Pamekasan

Pria yang lahir pada 12 Juli 1961 itu, kini menjadi tumpuan harapan seluruh masyarakat Pamekasan. Bagaimana tidak, dengan adanya wabah Covid-19. Satu-satunya pihak yang bisa dipercaya dan diyakini dapat membantu masyarakat adalah dokter dan rumah sakit.

Sebagai orang yang mengerti dunia medis, dr. Farid (sapaan akrabnya) yang dulunya pernah menjadi kepala Rumah Sakit Umum dr. Mohammad Noer (RSMN) Pamekasan itu, melihat Covid-19 sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu, memiliki harapan besar bisa menang melawan Covid-19. Baginya, Covid-19 merupakan sebuah tantangan sekaligus kejutan.

Sebab, selama menjadi direktur RSUD Smart, baru kali ini dirinya dihadapkan dengan wabah Covid-19. Tentu pada awalnya, dia merasa khawatir, takut  tidak memiliki nyali yang cukup untuk melawan wabah yang mendunia ini.

“Yang paling prioritas bagi saya, adalah bagaimana saya bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh masyarakat Pamekasan. Ini tanggung jawab saya. Tantangan ini harus bisa saya selesaikan. Tentu saya tidak bekerja sendiri. Kita harus bersama-sama, yaitu dengan disiplin ikuti protokol,” ujarnya, Rabu (8/7/2020).8

Perlahan dia bisa memahami, bagaimana harus bertindak. Yang menjadi penting baginya hanyalah bagaimana dia bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada seluruh masyarakat. Kesehatan seluruh masyarakat Pamekasan akan menjadi tanggungjawabnya.

Hingga dengan keluarga pun waktunya jadi semakin berkurang. Dan rasa khawatir pada keluarganya juga semakin besar. Dirinya tidak ingin keluarganya menjadi korban Covid-19 yang keberikutnya.

Tantangan terberat selama wabah terjadi, yakni berita miring tentang Covid-19 ikut mewarnai wabah ini. Dirinya berharap, masyarakat bisa berpikir objektif. Bahkan dia menjelaskan, bahwa keberadaan Covid-19 benar-benar nyata. Bukti dari adanya wabah Covid-19 yaitu dengan banyaknya orang meninggal dunia karena wabah itu. Bahkan sampai menimpa sejumlah dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

“Covid-19 ini benar-benar ada, bahkan korban meninggalnya juga dari kalangan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Itu bukti bahwa Covid-19 itu nyata. Jadi tidak benar dikatakan ini hanya bisnis. Tidak nyata dan lain sebagainya,” pungkasnya. (pin)

Komentar

News Feed