oleh

Meneladani Sosok Cleaning Service Masjid As-Syuhada Moh Amar

Meneladani Sosok Cleaning Service Masjid As-Syuhada Moh Amar

Kabarmadura.id/Pamekasan-Menjadi pelayanan ummat merupakan keinginan dari setiap pribadi. Keinginan tersebut juga tersemat pada sosok bapak Moh Amar yang sudah 12 tahun bekerja sebagai cleaning service di Masjid  As-Syuhada Pamekasan.

Khoyrul Umam Syarif, Pamekasan

Menghabiskan 8 jam dalam kesehariannya di Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan, menjadi rutinitas yang dijalani sosok lelaki berusia 44 tahun itu. Meski hanya menjadi petuhas kenersihan, Moh. Amar menjalankan amanah tersebut dengan penuh kesabaran dan ketelatenan.

Kepada Kabar Madura, pria yang beralamatkan di Jalan Teja Keluarahan juncangcang, Kecamatan Pamekasan itu, harus berangkat pagi-pagi untuk membersihkan setiap penjuru masjid untuk kenyamanan masyarakat yang ingin melaksanakan sholat lima waktu.

“Saya bekerja mulai jam 6 pagi hingga jam 10 untuk membersihkan masjid dan kamar mandi, ini rutin setiap hari tidak ada hari libur,” ungkapnya saat ditemui Kabar Madura di pelataran Masjid Asy-Syuhada Pamekasan, Kamis (21/5/2020).

Selian itu, dia menuturkan juga mempunyai kewajiban setelah selesai membersihkan seluruh area masjid, untuk menjadi petugas parkir di depan masjid mulai jam 10 hingga jam 2 siang, sehingga keseharaiannya lebih banyak dihabiskan di masjid.

Bapak dari satu orang anak yang duduk di bangku SMP itu mengaku,  tidak leluasa dalam melakukan aktivitasnya selama Covid-19 mewabah di Kabupaten Gerbang Salam. Dirinya harus mematuhi protokol Covid-19, salah satunya wajib untuk memakai masker. Namun pemakaian masker baginya tidak berlaku, sebab jika menggunanakan masker, penyakit sesak nafas yang dideritanya akan kambuh. Namun dirinya harus tetap tegar dengan kondisi yang demikian, dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.

Dijelaskannya dengan bekerja di Masjid Asy-Syuhada Pamekasan, dirinya mampu menafkahi kebutuhan keluarganya meski gajinya tidak sesuai dengan UMR. Namun demikian, dirinya sangat bersyukur sudah mendapatkan gaji Rp800 ribu setiap bulan.

“Alhamdulillah kami merasa cukup dengan penghasilan yang demikia,” ucapnya.

Dia berharap wabah Covid-19 segera berlalu, agar rutinitas ibadah bisa berjalan dengan normal kembali.

“Semasa Covid-19 banyak pola kehidupan yang lumayan berubah, mulai dari menjaga jarak shaf, dan tidak bersalaman,” pungkasnya. (pin)

Komentar

News Feed