Menelisik Kehidupan Dua Sosok Polwan di Sampang; Ingin Angkat Derajat Orangtua dan Bantu Orang Lain


Menelisik Kehidupan Dua Sosok Polwan di Sampang; Ingin Angkat Derajat Orangtua dan Bantu Orang Lain
(KM/ALI WAFA) SRIKANDI POLISI: Dari kiri, Briptu Faradilla Devi Purwanti dan Bripka Fitri Artawati

KABARMADURA.ID |Tepat tanggal 1 September diperingati sebagai Hari Polisi Wanita Nasional (Polwan). Wanita berbaju cokelat ini memang mencuri perhatian. Maklum, karena perempuan identik dengan kesibukannya hanya di wilayah domestik rumah tangga. Seperti di dapur dan sumur.

ALI WAFA, SAMPANG

Menjadi polisi memang impian banyak orang. Perempuan pun juga berlomba-lomba untuk menjadi polisi. Salah satunya, Bripka Bripka Fitri Artawati (33) dan Briptu Faradilla Devi Purwanti (26). Keduanya merupakan srikandi Polres Sampang.

Bripka Fitri lahir di Jakarta pada 16 Mei 1998. Dia menjadi polisi sejak tahun 2007. Selama 15 tahun terakhir, dia menghabiskan waktunya sebagai seorang polwan. Dia lahir dari keluarga militer. Banyak dari keluarganya berprofesi sebagai anggota TNI dan Polri.

Sementara Briptu Faradilla lahir di Bangkalan pada 15 Oktober 1995. Dia menjadi polisi sejak tahun 2014. Selama 8 tahun terakhir, dia mengabdikan dirinya sebagai seorang polisi. Dia terlahir dari keluarga pelayar. Ayahnya adalah seorang anak buah kapal.

Keduanya merupakan seorang ibu dari dua orang anak. Sama-sama memiliki suami polisi. Bripka Fitri kenal dengan suaminya setelah menjadi polisi. Sementara Briptu Faradilla kenal dengan suaminya saat mereka berdua mengikuti tes masuk polisi.

“Memiliki suami polisi itu menurut saya nyaman. Karena kita memiliki profesi yang sama. Jadi saling mengerti dan bisa saling bertukar pendapat,” ucap Bripka Fitri kepada Kabar Madura, Kamis (8/9/2022).

“Kalau siang, kita sama-sama simpan. Saat malam, baru kami bisa berkumpul bersama keluarga; suami dan anak,” sambung Briptu Faradilla.

Bripka Fitri memiliki cita-cita yang mulia. Dia menjadi polisi karena ingin membantu banyak orang. Dia merasa senang saat bisa membantu orang lain. Jangankan membantu seseorang dalam proses hukum, membantu seseorang menyeberangi jalan saja dia sudah sangat senang.

Sementara Briptu Faradilla menjadi polisi karena ingin membanggakan dan mengangkat derajat kedua orang tuanya. Karena keluarganya sempat diremehkan oleh orang lain karena kehidupan yang sederhana. Kini, dia satu-satunya dalam keluarga yang berhasil menjadi polisi.

“Semoga polwan dapat berprestasi, unggul dan profesional dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ucap keduanya secara bersamaan.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky