oleh

Menelisik Kehidupan Ketua Forkot Pamekasan Samsul Arifin

Terinspirasi dari Adian Napitupulu, Hidupkan Kembali Semangat Aktivis 98

Kabarmadura.id/Pamekasan-Saat ruang aspirasi ditutup, saat mulut-mulut kebenaran dibungkam, maka tidak ada cara lain selain melawan. Tekad itulah yang menjadi landasan Syamsul Arifin dalam mengawal setiap aspirasi rakyat yang tertindas karena ketidakberpihakan penguasa terhadap rakyat kecil.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Pria yang akrab dipanggil Gerrard tersebut, kini meneruskan perjuangn para aktivis tahun 1998 yang pada saat itu sangat familiar dengan nama kelompoknya yaitu Forum Kota (Forkot).

Pria yang lahir di Kabupaten Sampang pada 15 Juni 1990 itu, mengaku memang mengidolakan tokoh nasional yang dikenal sangat kritis dalam menyikapi ketidakberpihakan penguasa terhadap rakyat kecil, yang juga sekaligus pendiri Forkot, yaitu Adian Napitupulu.

Menurutnya, aktivis 98 merupakan cerminan masa lalu yang bukan hanya layak dikenang oleh aktivis masa kini, melainkan perjuangannya juga harus selalu diabadikan sebagai sebuah langkah konkrit dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan ketimpangan sosial dan tegas mengeritik penguasa.

Namun menurutnya, aktivis tidak boleh hanya datang membawa kritikan namun juga harus datang dengan membawa saran dan solusi. Dia menilai, penguasa hari ini seringkali tertidur dengan tidak sengaja, hal itu menurutnya harus dimaklumi karena kompleksnya persoalan yang harus diselesaikan.

“Saya terinspirasi dari aktivis 98 yang setiap langkahnya selalu terukur dan getol memperjuangkan hak-hak rakyat, idola saya memang bung Adian Napitupulu,” ungkapnya, Senin (28/6/2020).

Pria lulusan Universitas Madura (Unira) itu, dikenal getol dalam kegiatan kemanusiaan. Semenjak mengawali prosesnya di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat kuliah, Dia telah banyak berpartisipasi dalam setiap kegiatan kemanusiaan.

Bahkan dia pernah menjadi inisiator berdirinya ikatan pemuda karangpenang (IPK). Organisasi tersebut dia gerakkan untuk sejumlah kegiatan kemanusiaan dan mengawal setiap aspirasi masyarakat yang memerlukan uluran tangan dan perhatian pemerintah.

Selain itu, dia yang saat ini merupakan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, juga dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras, Sebab selain menjadi aktivis humanis, dia juga harus menghidupi keluarganya.

Dari situlah, karakter Gerrard dikenal sangat matang lantaran telah menjalani berbagai proses dan posisi, sehingga Dia sudah banyak mengerti tentang bagaimana seharusnya dia memposisikan diri dan menyikapi setiap persoalan yang ada.

“Saya tidak pernah membayangkan akan meninggalkan dunia pergerakan, sebab jika menurut nabi menjadi manusia bermanfaat adalah sebuah kesempurnaan, maka saya berusaha meraih kesempurnaan dengan berpihak pada masyarakat kecil,” tegasnya. (pin)

 

Komentar

News Feed