oleh

Menelisik Keistikamahan Imam Masjid Jamik Sumenep

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Pengabdian yang dilakoni Hesyamuddin sebagai imam Masjid Jamik Sumenep sejak tahun 1990-an patut diapresiasi. Sebab, ia menjalaninya sukarela alias tidak mengharapkan imbalan sepeserpun.

Ia adalah Ainurrasyad. Pria kelahiran Sumenep 8 September 1961 ini menjadi imam tanpa meminta gaji. Ia bekerja menjadi tukang becak setelah diangkat menjadi muazin serta bilal di Masjid Jamik Sumenep.

Pekerjaan mulia tersebut tidak memandang gaji, ketulusannya seolah benar-benar terpancar dari. Sebab, baginya merupakan pekerjaan mulia yang harus dilestarikan. “Saya terbiasa hidup sederhana dan ikhlas,” katanya, Kamis (15/4/2021)

Ia menceritakan sambil menunjukkan daftar imam sholat 5 waktu Masjid Jamik Sumenep, bahwa jadwalnya sangat padat. dan tidak ada kegiatan lain. Selain menjadi imam di masjid jamik. “Saya yakin, nantinya rizki akan datang dengan sendirinya,” ucapnya. 

Dirinya menceritakan, ketika masih mudah selalu datang ke undangan siapa saja dengan menggunakan sepeda onthel. Setiap kali kali ke masjid, biasanya ia naik sepeda onthel. “Semoga diakui menjadi umat Muhammad,” tukasnya. 

Sebelum menjadi imam, ia dipercaya menjadi muazin dan bilal mulai sejak tahun 2015. Menurutnya. Kehidupan hanya sementara dan duniawi bukanlah segalanya. “Apa yang akan diandalkan kita ketika di akhirat nantinya?” pungkasnya. (imd/maf)

Komentar

News Feed