Menelisik Kiat Sukses Camat Pamekasan Rahmat Kurniadi, Tanggung Jawab dan Profesional dalam Bekerja

  • Whatsapp
KM/KHOYRUL UMAM SYARIF- RAHMAT KURNIADI SUROSO: Koordinator Camat se-Pamekasan

Tanggung Jawab dan Profesional dalam Bekerja

Filosofi hidup masyarakat Madura, lakonah lakonih, kennengah kennengnih dipegang erat oleh Rahmat Kurnadi Suroso, Camat Pamekasan. Bahkan, berkat konsistensinya terhadap prinsipnya tersebut, saat ini ia dipercaya menjadi Koordinator Camat se-Pamekasan.
KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Pria kelahiran Pamekasan, 2 Mei 1976 itu memulai karir di dunia birokrasi sejak tahun 1998. Saat itu ia menjabat sebagai sekretaris pribadi (Sekpri) sekretaris daerah (Sekda) Pamekasan.

Ia bercerita, dalam setiap menjalankan tugasnya, ia berupaya agar bisa bertanggung jawab. Baginya, filosofi hidup orang masyarakat Madura tersebut penuh dengan makna ketika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi, itu ajaran profesionalisme tingkat tinggi, bagaimana saya seorang camat, harus tahu jelenenah camat harus tahu kennengnah camat, apa fungsi kita, bagaimana menyikapi instruksi dari pimpinan. Jadi ajaran orang Madura ini hebat sekali,” paparnya, saat ditemui di ruang kerjanya.

Camat asal Jalan Lawangan Daya Kecamatan Pademawu itu mengaku kerap kali berpindah-pindah posisi tempat pengabdian. Mulai dari sebagai ajudan bupati, kepala sub bagian pembangunan, sekretaris camat Pademawu, penjabat kepala Desa Pademawu Timur, kepala bidang (Kabid) olahraga dinas pemuda dan olahraga (Dispora) Pamekasan, dan sebagai pelaksana tugas (Plt) Bappeda Pamekasan.

“Secara administratif, saya sudah melewati posisi di pemerintahan,”paparnya.

Suami dari Lian Nova Triana  tersebut mengaku banyak mengambil hikmah dari setiap jenjang karir dijalaninya. Baginya, yang terpenting yaitu bekerja secara disiplin dan profesional di setiap posisi yang ditempatinya.

“Dalam kehidupan sehari-sehari, saya bisa berpegangan pada istilah orang Jawa, ngeluruk tanpo bolo, mennang tanpo ngasoraki,  artinya menyerang tanpa tentara, menang tanpa merendahkan.” ujarnya.

Selain itu, dia berpesan kepada kaum muda agar mempersiapkan masa depannya dengan terus belajar. Sebab menurutnya, masa depan negara bergantung pada kesiapan pemuda hari ini.

“Masa depan kita ada di tanganmu, masa depan kita ditentukan oleh posisimu hari ini. Oleh karena itu, belajarlah dengan baik, jangan melupakan adat dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *