Menelisik Kiat Sukses Wisudawan Terbaik Prodi IQT IAIN Madura

  • Whatsapp

Berbekal “DUIT”, SITI ROHMAH Persembahkan Prestasi untuk Orang Tua

Lulus tepat waktu dan meraih gelar sarjana terbaik, merupakan impian setiap mahasiswa sejak menapakkan kaki di dunia kuliah. Tentu, untuk meraih impian itu, banyak hal yang harus dikorbankan dalam perjalanannya.

Asbuna Purwati, Pamekasan

Bacaan Lainnya

Pengorbanan untuk menggapai impian, tidak hanya soal finansial. Tenaga dan pikiran tentu juga harus dikorbankan. Namun demikian, semuanya akan terbayar saat impian berupa toga dan predikat wisudawan terbaik disematkan pada diri kita.

Hal itu yang dirasakan oleh Siti Rohmah saat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, menggelar wisuda ke-31 strata satu (S-1) pada Rabu dan Kamis (15-16/9/2021) kemarin.

Perjuangan Siti Rohmah selama 3,5 tahun duduk mengikuti perkuliahan terbayar saat namanya disebut diantara 18 wisudawan terbaik dengan predikat pujian. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) penuh haru, saat menerima penghargaan di hadapan keluarganya.

Kepada Kabarmadura.id, dara asal Dusun Berjateh, Desa Sumber Jati, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini, mengaku, semenjak di pesantren dirinya selalu berupaya memberikan yang terbaik demi membanggakan keluarga.

Hasilnya, perempuan kelahiran 28 Februari 1998 ini pun mampu mempersembahkan sederet prestasi saat mengenyam pendidikan di pesantren Nurul Qur’an Kraksaan Probolinggo. Ia pernah dinobatkan sebagai Juara I Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) 20 jus tingkat kabupaten di Kraksaan Probolinggo.

Bekal prestasi itu ia bawa ke meja kuliah. Saat menjadi mahasiswa, pemilik IPK akhir 3,70 ini, menjadi juara 1 pidato Bahasa Madura dan juara 3 lomba baca kitab di Asrama Khodijah Perumnas Tlanakan Indah.

“Allah tidak akan menyia-nyiakan do’a hambaNya. Seperti yang pernah saya doakan dulu. Alhamdulillah sekarang tercapai,” tuturnya.

Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa pendidikan miskin berprestasi (bidikmisi) IAIN Madura itu, menyampaikan, kunci sukses yang selalui ia pegang adalah duit. Duit bukan berarti uang, melainkan sebuah singkatan dari doa, usaha, ikhtiyar, dan tawakal.

Rohmah (sapaan akrabnya) sendiri berprinsip, apabila seseorang sudah memiliki tujuan, maka akan dapat dicapai jika benar-benar ditekuni. Ia juga tidak lupa, bahwa yang ia dapatkan hari ini adalah berkat doa dan restu dari kedua orang tua.

Dia berkeyakinan, kemenangan dan kesuksesan akan sia-sia jika tanpa doa, usaha, ikhtiar dan tawakkal. Doa tanpa usaha itu bohong dan usaha tanpa doa itu sombong. Tidak ada kesuksesan tanpa air mata.

“Jangan takut untuk mengejar mimpi-mimpi yang pernah kita torehkan, dan yakinlah kita akan bisa. selalu minta doalah kepada kedua orang tua, intinya jangan jadi penakut selama tidak salah,” yakinnya. (Miftahul Arifin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *