Menelisik Kiprah Aina, Aktivis Kohati Bangkalan yang Getol Perjuangkan Hak Perempuan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SITI AINATUL HUSNA: Aktivis Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Bangkalan

KABARMADURA.ID – Kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang masih terjadi di Bangkalan mengundang perhatian banyak pihak. Seperti halnya Siti Ainatul Husna, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan yang getol memperjuangkan hak dan kebebasan perempuan.

FAIN NADOFATUL, BANGKALAN

Memilih untuk menjadi aktivis berarti telah memilih berada di jalan perjuangan. Apalagi, bagi seorang perempuan, tentu jalan tersebut tidak mudah. Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu mengaku senantiasa berupaya menjaga semangatnya dalam memperjuangkan isu keperempuanan di Bangkalan. Meski tidak jarang, usahanya tersebut dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan.

Ia bercerita, semula hanya ingin fokus pada dunia akademik. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai tertarik untuk berorganisasi. Sehingga, ia memutuskan untuk bergabung dengan HMI Komisariat Hukum UTM. Ia juga tergabung di Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Bangkalan. Dari organisasi tersebut, ia banyak berdiskusi mengenai permasalahan seputar perempuan di Bangkalan.

“Sebenarnya tidak sengaja saya ikut organisasi di kampus dan memilih menjadi aktivis yang membidangi perempuan. Tidak ada motivasi khusus, tiba-tiba saja aktif terjun di bidang keperempuanan,” ujar perempuan yang karib disapa Aina tersebut.

Perempuan berusia 25 tahun itu menuturkan, kegiatan diskusi, audiensi, dan aksi yang dilakukannya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Selama melaksanakan kegiatannya, ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman, salah satunya pernah mendapatkan ancaman dari pihak tertentu.

“Karena memang ada kendala. Semisal dari pihak yang tidak menyetujui isu yang kami angkat. Kalau lainnya tidak ada,” terangnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, banyak dukungan yang mengalir kepada dirinya. Terutama dari teman-teman Kohati-nya. Pemkab juga menyambut baik perjuangannya, meskipun belum maksimal memberikan dukungan.

 

“Seperti gagasan-gagasan dari teman-teman, kadang masih belum maksimal untuk direalisasikan Pemkab,” pungkasnya.

 

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *