Menelisik Kisah Sujadi, Pekerja Bengkel Asal Torjun, Ibaratkan Mesin Motor Seperti Tubuh Manusia

Uncategorized15 Dilihat

KABARMADURA.ID | Sosok satu ini tidak sekadar menggeluti usaha bengkel hanya karena memenuhi kebutuhan hidup. Lebih dari itu, pria bernama Sujadi memang menyenangi pekerjaannya. Padahal, dia sendiri tidak pernah memiliki latar belakang pendidikan di bidang mesin. Berawal dari kebiasaan membongkar pasang onderdil motor, kemampuannya tersebut terlatih.

FAUZI, SAMPANG

Dia mengaku, tingkat kerusakan motor memang berbeda-beda. Ada yang biasa, hingga yang sangat parah, semuanya pernah ditanganinya. Bahkan, dia sering menerima motor rusak yang sebelumnya sudah pernah masuk bengkel lain tapi gagal diperbaiki. Hingga sang pemilik membawa ke bengkelnya yang ada di Jalan Raya Tangkat, Desa Torjun.

“Kalau mesin motor rusak yang gagal diperbaiki bengkel lain, sering saya tangani,” bebernya pada Kabar Madura, Senin (14/11/2022).

Sementara, saat mengurus mesin motor, dia acap kali melakukan dengan pelan-pelan. Sebab dia mengibaratkan mesin motor seperti manusia. Yaitu ada hati, urat, bahkan nyawa pada mesin. Yang dimaksud hati itu klep dalam mesin, kabel sama dengan urat, sedangkan nyawa ibarat keseluruhan mesin sehingga mampu hidup atau menyala. Jadi perlu dirawat pelan-pelan.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Seragamkan Sekolah Pakai Cat Dulux Catylac, Komisi IV: Tidak Tepat!

“Kalau tidak pelan nanti berakibat fatal, contohnya mesin yang motor matic yang mangkrak itu. Jadi beberapa hal itu yang perlu diperhatikan, sebelum membiarkan tangan kita bergerak bebas pada mesin motor,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga alat-alat yang tersedia di bengkelnya memang cukup memadai untuk memperbaiki mesin motor yang rusak. Sementara kemampuannya memperbaiki motor didapatkannya saat bekerja di salah satu bengkel ternama di Sampang. Termasuk bagaimana caranya menangani pengendara yang mesin motornya rewel.

“Bukan hanya motor yang perlu diperbaiki, pemiliknya juga harus diperbaiki. Sebab, saat motor rusak, biasanya pemilik terkena mental. Maka dari itu, sambil lalu menangani motor yang rusak, saya juga mengajak bicara pemilik motor. Hal itu, secara tidak langsung menenangkan pemilik motor. Contohnya, mengatakan biayanya pasti murah,” pungkasnya.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *