Menelisik Perjuangan Ahmad Furkon Sang Penyuluh Perikanan

  • Whatsapp
PENUH PERJUANGAN: Perjalan Ahmad Furkon Penyuluh Perikanan Sampang dalam melakukan  pembinaan kepada Pembudidaya ikan di Kabupaten Sampang.

Kabarmadura.id/Sampang-Peranan penyuluh perikanan sangatlah penting dalam memberikan bimbingan dan pembinaan, baik teknis maupun non teknis pada pelaku utama dan pelaku usaha perikanan, dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan dan sikap di bidang kelautan dan perikanan di Kabupaten Sampang.

SUBHAN, KOTA

Moh Furqon, mengaku termotivasi menjadi seorang penyuluh, karena fungsi penyuluh perikanan memiliki peranan strategis dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pembudidaya potensi kelautan dan perikanan.

Bermodal tekad itu, pria kelahiran Serang 27 Juli 1981 tersebut, saat ini terus berjuang melakukan pembinaan kepada para pelaku dan pengusaha perikanan dan kelautan di kota Bahari Sampang.

Diceritakan Furqon, langkah dalam menjalankan tugas dan kewajiban penuh dengan tantangan dan ringtangan. Tantangan dari segi teknis dan non teknis, jumlah tenaga penyuluh yang ada di Kabupaten Sampang jika dibandingkan dengan potensi dan luas wilayah yang binaan kurang sebanding, terlebih dukungan sarana prasarana yang kurang memadai.

Alumnus IPB Jurusan Manajemen Sumber Daya Perikanan itu memaparkan, para tenaga penyuluh perikanan di Sampang harus mampu berperan sebagai motivator, partner, konsultan, fasilitator perubahan, dan penasehat.

Selain itu, para tenaga penyuluh harus memiliki sifat jujur, terbuka, berani mengambil resiko, inovatif, terampil, dan memiliki jaringan yang luas dan kuat, khususnya dalam membantu distribusi atau pemasaran produksi pelaku utama.

“Menjadi penyuluh perikanan ini pahit, penuh dengan tangtangan, bahkan acaman, kita dituntut menjadi figur yang mampu berperan secara dinamis sesuai dengan kondisi, situasi dan permasalahan yang dihadapi para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan di berbagai wialayah,” keluhnya pada Kabar Madura, Kemarin, (20/10).

Bapak dua anak itu, menjelaskan, salah satu tujuan penyuluhan adalah perubahan perilaku atau sikap pelaku utama / pelaku usaha ke arah yang lebih baik dan berlangsung melalui proses, sehingga butuh waktu yang tidak sebentar untuk dapat mewujudkan tujuan mulia di tengah keterbatasan tersebut.

Bahkan dirinya menceritakan, pengalaman yang paling berkesan selama menjadi penyuluh di kota Bahari ini,  saat dirinya berhasil mentransformasikan kelompok dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) perikanan, menjadi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmasawas) yang merupakan kelompok awal yang membentuk Wisata Bahari di Pantai Lon Malang.

Diungkapkannya, atas dasar semangat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang wisata bahari dan difasilitasi oleh Dinas Perikanan Sampang, maka berngkatlah ketua dan beberapa anggota Pokmaswas untuk menimba pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan pelatihan di wisata bahari Bangsring Banyuwangi.

Pengatahuan dan keterampilam yang didapat, akhirnya direalisasikan dengan membuat Wisata Bahari Lon Malang yang ada di Bire Tengah Kecamatan Sokobanah. Momentum itu, juga menjadi cikal bakal terbentuknya pengelolaan kawasan wisata bahari Pantai Lon Malang.

Lanjut Furkon menegaskan, kerhasilan penyuluh perikanan dalam melakukan pembinaan ini, adalah ketika kelompok yang dibina secara aktif mau dan mampu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dan masayarakat perikanan di sekitarnya dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sedangkan dukanya, jika ada informasi dan teknologi terbaru terkait dengan kelautan perikanan tapi kita masih terkendala di kompetensi penyuluhnya, karena belum magang atau ikut pelatihan teknologi terbaru itu dan atau karena terkendala alat dalam melakukan demonstari teknologi terbaru,” ungkapnya. (pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *