Potret  Perjuangan Sopir Ambulance di Masa Pandemi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) ADNAN: Kepala Sopir Ambulance di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Mohammad Anwar Sumenep (paling kanan).

KABARMADURA.ID – Peran sopir ambulance dalam penanganan Covid-19 cukup besar. Seperti halnya Adnan, salah satu sopir ambulance yang kerap kali membawa pasien Covid-19 ke tempat isolasi atau membawa mayat dari RSUD Dr. Moh. Anwar ke rumah duka.  

IMAM MAHDI, Sumenep

Pria kelahiran 14 Juni 1969 itu mengaku senang bisa diberikan kesempatan melayani masyarakat. Khususnya ketika membantu mengantarkan pasien Covid-19 ke tempat isolasi.

Bacaan Lainnya

Ia juga menuturkan, selama mengantarkan jenazah warga yang positif Covid-19, pihak keluarga kerap kali memarahinya. Namun, ia sendiri menanggapinya dengan suatu hal yang wajar dan biasa saja sebab keluarga pasien atau jenazah sedang panik. 

 “Setiap hendak mengantarkan jenazah disuruh cepetan. Padahal, masih menunggu administrasi yang belum selesai. Hal itu saya lalui dengan senyuman,” ungkapnya, Kamis (26/08/2021).

Adnan juga bercerita, bahwa setiap hari dirinya harus sudah mengambil mobil ambulance RSUD Dr. H. Mohammad Anwar mulai pukul 09.00 WIB. Dalam menjalankan aktivitasnya tersebut, ia memakai alat pelindung diri (APD) sesuai standar protokol kesehatan (protkes).


Selain itu, ketika ada instruksi dari pihak RSUD, ia langsung bergegas menjemput pasien Covid-19 yang telah ditentukan. Ia pernah menjemput pasien Covid-19 dari Kecamatan Bluto dan mengantarkannya ke pusat Kota Sumenep.  

Ia mengaku hampir semua daerah di Sumenep pernah dilaluinya. Bahkan rute di luar Sumenep pernah dilaluinya juga. “Kami bekerja terus menerus demi pasien Covid-19 ataupun pasien umum. Bahkan, terkadang 24 jam ful,” papar pria asal Desa Lalangon Kecamatan Manding tersebut.

Meskipun mengenakan APD lengkap, ia mengaku juga khawatir tertular Covid-19. Namun, sampai kini ia memilih tetap menjalankan profesinya tersebut demi tugas mulia. Sebab, ia mengatakan ingin membantu pemerintah mengatasi pandemi.  

“Saya mengantarkan jenazah hanya dikasih uang rokok Rp20 ribu, kadang tidak sama sekali. Tergantung keluarga pasien,” tuturnya.

Adnan juga mengimbau warga agar menerapkan protkes yang ketat. Menurutnya, hal itu sangat penting untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. (imd/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *