Menelisik Perjuangan Andi sebagai Vaksinator, Tetap Optimis Edukasi walau Sempat Ditodong Sajam

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SEMANGAT: Harisandi Alfariz saat menjalankan tugasnya sebagai tenaga vaksinasi di Puskesmas Arosbaya

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan (nakes) di masa Covid-19 memiliki tantangan yang cukup beragam. Belum lagi, saat ini para nakes bertindak sebagai vaksinator yang mana berhadapan dengan berbagai macam warga. Seperti yang dialami oleh Harisandi Alfarizi yang menceritakan pengalamannya sebagai petugas vaksinasi ketika bersosialisasi di tengah warga.

FA’IN NADOFATUL, Bangkalan

Dia bersama timnya harus mencari strategi dan solusi agar masyarakat mau divaksin. Kata lelaki yang kerap disapa Andi ini, masyarakat yang enggan vaksin karena terpengaruh hoaks, khususnya dari media sosial.

Tidak jarang pula, ia mendapat ancaman dari warga saat ingin melakukan pengambilan sampel swab dan melakukan vaksinasi.

“Saat Arosbaya zona merah ada giat petugas keliling rumah-rumah untuk melakukan  tes swab dan vaksin, ada segerombolan warga menghadang dengan membawa senjata tajam (sajam) dan mengusir para nakes dan personil keamanan,” tuturnya.

Ia bersama timnya melakukan berbagai langkah dan strategi untuk meyakinkan terkait keamanan vaksin. Selain itu, ia juga berkunjung ke beberapa pondok di Arosbaya untuk meminta ulama-ulama mendukung program vaksinasi,

“Waktu awal-awal Arosbaya zona merah memang gitu. Hampir tiap desa yang di datangin nakes itu tidak mau divaksin. Bahkan meskipun diberi sembako masyarakat tetap tidak hadir dalam vaksinasi massal. Tapi alhamdulillah sekarang masyarakat antusias,” tutur nakes yang sudah 10 tahun mengabdi di dunia kesehatan itu.

Selain menceritakan banyaknya rintangan petugas vaksinator, dia juga menuturkan, sempat terinfeksi Covid-19 pada Juni lalu. Penyebabnya yaitu kelelahan saat menangani warga  saat mengikuti vaksinasi.

“Sehingga pada saat itu saya isolasi 20 hari. Alhamdulillah karena sudah divaksin tubuh saya, jadi lebih kebal terhadap Covid-19. Saya juga mengimbau bahwa vaksin itu aman dan halal. Tidak mungkin pemerintah membunuh warganya dengan cara divaksin,” ungkapnya. (ina/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *