Menelisik Sektor Pendapatan Warga di Desa Klampar Kecamatan Proppo Pamekasan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) Kepala Desa Klampar: H. Badrus Saleh

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan menjadi salah satu desa yang cukup memberikan dampak peningkatan ekonomi dan kontribusi kepada Kabupaten Pamekasan melalui hasil produksi batik. Bahkan, ratusan juta uang berputar di desa ini setiap bulannya.

ALI WAFA, Pamekasan

Hanya beberapa kilometer dari jantung kota Pamekasan, pecinta batik akan tiba di Desa Klampar. Desa Klampar merupakan satu diantara 27 desa di Kecamatan Proppo yang hingga saat ini tetap eksis dengan potensi lokalnya sebagai desa batik. Di desa ini, warga yang masuk akan disuguhkan pemandangan menarik.

Bukan kain kafan, tetapi banyak kain putih polos yang disulap menjadi lukisan dengan berbagai macam motif dijemur di depan rumah penduduk. Aroma khas batik kerap berseliweran di sekitar rumah penduduk.

Kepala Desa (Kades) Klampar Badrus Saleh mengaku, sudah bertahun-tahun Desa Klampar dikenal sebagai daerah produsen batik khas Pamekasan. Selain berprofesi sebagai petani, hampir mayoritas penduduk Desa Klampar merupakan pengrajin batik. Sedikitnya, terdapat tujuh dusun di desa ini.

Empat dusun, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pembatik, pengrajin dan pengusaha batik. Bahkan, sekitar 300 penduduk seorang pembatik. Sekitar 200 orang pengrajin batik dan sekitar 100 orang pengusaha batik.

Pembatik adalah mereka yang memiliki keterampilan membatik, namun tidak memiliki modal untuk membangun usaha batik. Beda dengan pengrajin. Selain memiliki modal, pengrajin juga terampil membatik. Pengusaha akan memborong karya mereka untuk dipasarkan.

Harga batik Klampar pun bervariatif. Mulai dari Rp70 ribu hingga Rp1,5 juta. Harga batik dipengaruhi oleh tingkat kesulitan pengerjaannya dan bahan yang digunakan. Batik Klampar sudah malang melintang ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri.

Tidak hanya itu, Desa Klampar juga memiliki potensi ekonomi di sektor pertanian. Sekitar 15 hektar lahan persawahan menyuburkan berbagai tanaman warga.Sedangkan, 40 hektar lahan tegal juga menjadi salah-satu peluang penduduk berdikari di bidang pertanian.

Baru-baru ini, masyarakat Klampar mulai mencoba membangun potensi ekonomi di sektor peternakan. Sudah berjalan sekitar dua bulan, salah satu yayasan memiliki peternakan dengan jumlah sekitar 120 ekor sapi. Sektor ini, menjadi harapan baru karena setiap empat bulan sudah bisa dirasakan hasilnya.

Pihaknya berharap, Gedung Sentrum Batik Klampar bisa segera diresmikan. Sebab, keberadaan gedung tersebut telah membangun harapan dan semangat penduduk desa untuk memaksimalkan potensi lokalnya. “Mudah-mudahan gedung itu segera rampung dan diresmikan,” harapnya. (*/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *