oleh

Menelisik Sosok Kabag Kesra Halifaturrahman

Perjuangkan Santri, Cetak Bibit Berkualitas

Kabarmadura.id/Pamekasan-Memiliki dedikasi yang besar untuk kesejahteraan masyarakat, memiliki kepedulian yang mendalam kepada para santri. Itulah Halifaturrahman, Kabag Kesra Setkab Pamekasan.

ALI WAFA, PAMEKASAN 

Pria kelahiran 29 Oktober 1967 itu merupakan putra daerah yang saat ini menerima amanah besar sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Pamekasan. Sebagai Kabag Kesra, dirinya mempunyai tanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Bapak tiga anak ini sebelumnya telah lama berkelana di berbagai posisi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Dirinya pernah bertugas di dinas pendidikan, dinas perdagangan, dinas lingkungan hidup dan dinas pariwisata dan kebudayaan, sebelum akhirnya dipercaya menempati posisi sebagai Kabag Kesra.

Pria yang akrab dipanggil Mamang ini merupakan alumnus Fakultas Sastra dan Bahasa Indonesia Universitas Madura (Unira). Semasa menjadi mahasiswa, dia aktif di berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Satu organisasi yang paling aktif digeluti, yaitu Teater Akura Unira. Bahkan dia merupakan salah satu pendiri Teater Akura.

Selain di teater, dia juga aktif di senat mahasiswa kala itu, dan dia juga aktif di organisasi ekstra kampus yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Bahkan pada tahun 1989, Mamang menjabat sebagai Ketua Umum Cabang HMI Pamekasan. Di sanalah dia banyak belajar tentang cara mengelola sebuah organisasi.

“Saya dulu lebih aktif di teater. Makanya saya ini sering ditempatkan di sektor kesenian dan budaya,” ungkapnya, Minggu (26/7/2020).

Baginya, menjabat sebagai Kabag Kesra bukan pekerjaan mudah. Dia harus berpikir keras untuk memberikan hal baru dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pamekasan.

Banyak hal yang menjadi pekerjaan rumahnya di tengah kompleksnya permasalahan kesejahteraan masyarakat Pamekasan. Namun dia merasa beruntung, sebab pendahulunya Ach. Zaini telah cukup banyak menuangkan hasil pemikirannya untuk kesejahteraan masyarakat.

Sehingga dia merasa tinggal melanjutkan rancangan program yang telah dibuat oleh pendahulunya itu. Namun tentu dia tidak mau hanya sekedar melanjutkan, dia ingin ada yang baru di kepemimpinannya.

Di situ lah Mamang bertekad mewujudkan visi misi Bupati Pamekasan dalam hal pemberdayaan para santri di pondok pesantren. Sebagai alumnus pesantren, dia turut merasakan bagaimana sulitnya hidup di pesantren. Karena itulah hatinya terketuk untuk getol mengawal masa depan santri.

Hal itulah yang kemudian dicanangkan dalam program beasiswa santri. Dengan begitu, dia berharap santri hari ini tidak hanya memiliki kemampuan agama, namun juga memiliki potensi skill yang tidak kalah dengan pelajar lain di luaran sana.

Dengan adanya program beasiswa santri, Mamang berharap akan bermunculan bibit baru yang produktif dan berkualitas dari pondok pesantren.

“Ke depan harus ada santripreneur yang memiliki skill wirausaha yang bagus, dan skill lain yang menunjang. Nanti kita beri beasiswa Rp500 ribu setiap bulan,” tuturnya. (pin)

 

Komentar

News Feed