oleh

Menelusuri Bhujuk Pongkeng Tempat Bersemayam Ulama Mesir, Penyebar Agama Islam di Pedesaan

Mengemban visi dakwah Islam bukanlah perkara mudah, dibutuhkan kesabaran, keuletan, ketelatenan, dan kepekaan terhadap masyarat, tentunya pula yang tidak kalah penting adalah ilmu yang mumpuni dalam memahami khazanah keislaman.
Moh Tamimi, Sumenep

Tidak banyak riwayat tentang salah satu tokoh kramat, ulama yang disemayamkan di Desa Aeng Baja Raja ini, tepatnya di Bhujuk Pongkeng. Bhujuk Pongkeng berada di puncak bukit yang tinggi, tepat di puncak ketinggiannya. Bhujuk itu bisa terlihat dari Jalan Bluto-Guluk-guluk saat melintas di Desa Aeng Baja Raja.

KM/Moh TamimiBhujuk sebelah Barat: Persemayaman Syaikh Arif Muhammad bin Maulana Maghribi

Ulama yang disemayamkan di sana adalah Arif Muhammad bin Maulana Maughribi. Ayanya, Syekh Sultan Maulana Maghribi dikuburkan di Mesir. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh diakui oleh masyarakat sekitar Ruwaida.

Menurut Ruwaida, yang ia dapat dari cerita ke cerita, bahwa ulama tersebut berasal dari Mesir yang mengemban untuk melakukan dakwah ke desa-desa. Waktu itu, Syeikh Arif Muhammad sekawan dengan Sayyid Yusuf (Kecamatan Talango) dan Datuk Ibrahim (disemayamkan di Kabupaten Banyuwangi).

Di komplek pemakaman yang sama, tepatnya dibagian timur, juga ada empat kuburan lain yang tidak kalah keramat yaitu makam Syekh Lansi, Syekh Bakir, Siti Ambarwati, dan Agung Syarifah.

“Kalau masalah keilmuan di barat, kalau masalah kerezekian di timur. Mau naik pangkat atau bagaimana yang berkaitan dengan keilmuan ya di barat, apalagi ingin ilmu yang sanyatanah, kalau kayak Quran yang nyata, sudah ada tulisannya. Kalau ilmu yang sanyatanah kan tidak ada tulisannya,” ungkan Ruwaida yang akrab dipanggil Bu En tersebut kepada Kabar Madura, Rabu (3/4).

Sebelah Timur: Persemayaman tiga orang waliyullah

Lebih lanjut, mengenai riwayat Syekh Arif, Ruwaida mengungkapkan tidak tahu lebih banyak lagi. Akan tetapi, menurutnya, kakaknya yang saat ini mengetahui riwayat sang ulama tersebut lebih rinci karena dia juga memiliki karangan peninggalannya.

Terkait dengan kekeramatan Agung Syarifah, ia mengatakan telah membuktikannya sendiri. Suatu hari, ia banyak dililit hutang karena kerugian besar saat bisnis tembakau. Oleh karena itu, ia bermunajat kepada Allah di pembaringan Agung Syarifah tersebut. Suatu ketika, seolah-olah ia melihat Agung Syarifah berada di sisi bhujuk dan berkata kepadanya untuk segera pulang karena meskipun tidak ke sana ia akan tetap mendatanginya.

“Alhamdulillah, ada-ada jalan dari Gusti Allah untuk bisa membayar hutang,” ucapnya dengan sumringah. (rei)

Komentar

News Feed