Menelusuri Kisah Abdul Qodir, Sopir Ambulans PMI yang Alami Kejadian Mistis Saat Mengemudi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) GIGIH: Abd. Qodir R saat melaksanakan misi sosial sebagai sopir ambulans unit PMI Sampang.

KABARMADURA.ID – Usianya masih muda, namun perannya di tengah masyarakat tidak bisa diremehkan. Dialah Abdul Qodir R, sopir ambulans yang kesehariannya bertugas mengantarkan pasien maupun jenazah ke tempat tujuan.

FATHOR RAHMAN, Sampang

Pria yang akrab disapa Adon ini dikenal low profile. Dia tercatat sebagai salah satu sopir ambulanss di Palang Merah Indonesia (PMI) Sampang. Kiprahnya tidak diragukan lagi dalam mengantarkan warga yang sakit. Termasuk ketika mengantarkan jenazah Covid-19.

Saat wabah Covid-19 masih berlangsung, ia mengaku tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. “Selama badan kita masih bisa nyetir. Saya tetap selalu siap. Sebab, satu detik saja, bagi orang sakit adalah sangat berharga, ” katanya.

Menurutnya, nyawa seseorang harus diutamakan. Sopir ambulans selalu siap menjemput dan mengantar orang sakit ke mana pun. Soal rezeki adalah nomor sekian. Terpenting, siapa pun bisa segera tergolong dengan ambulans yang cepat pergerakannya.

Ia mengatakan, bagi sopir ambulans waktu semenit saja sangat. Sebab, pertolongan terhadap pasien wajib segera dilakukan. Terutama pasien yang kritis. “Kami bukan hanya cari cara dan berusaha lebih cepat. Tapi juga kami pikirkan kenyamanan pasien yang jadi penumpang, ” ucapnya.

Dikatakannya, saat wabah Covid-19 di Sampang meningkat, pergerakan ambulans begitu tinggi. Menurutnya, dari beberapa ambulans yang ada, harus siap kapan pun. Menjemput dan mengantarkan pasien. Termasuk pengantaran jenazah pasien Covid-19 ke pemakaman.

Sebab, menurutnya angka kematian sempat tinggi di Sampang. Sehingga tidak cukup persiapan ambulans di RSUD dr. Moh Zyn yang disiapkan. Tapi ambulans di PMI juga dikerahkan. Saat itu, sopir ambulans diuji kesabaran dan keihklasan menjalankan tugas.

Disinggung soal pengalaman lainnya, ia mengaku sudah cukup teruji mentalnya. Baik saat menghadapi jalan macet atau rintangan tidak terduga. Termasuk tantangan adanya kejadian mistis saat mengantarkan jenazah.

“Terasa ditiup di bagian leher, ada bau-bauan, dan semacamnya itu sudah biasa. Yang penting kami berhasil menjalankan tugas dengan baik, ” katanya. (maf)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *