Menelusuri Masjid Al-Akbar, Jejak Ahli Fiqih Abad ke-17

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SYAHID MUJTAHIDY) MASIH KOKOH: Masjid Al-Akbar yang berdiri sejak abad ke-17 hanya direnovasi sebanyak lima kali.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Masjid Al-Akbar di Desa Daja Songai, Desa Lembung, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, sudah berdiri sekitar abad ke-17. Sebab, konon katanya masjid ini dibangun oleh Kiai Faqih, yang tercatat sebagai orang pertama yang membabat kawasan Lembung. Pada masanya, ia juga yang dikenal sebagai ahli ilmu fiqih.

Serta, Kiai Faqih juga termasuk guru dan sekaligus paman dari penguasa Sumenep periode 1750-1762 yaitu Kanjeng Raden Tumenggung Tirtonegoro atau Bindara Saod.

Bacaan Lainnya

Namun sayang, tokoh masyarakat H. Munif menyampaikan tiada yang mengetahui kepastian tahun Kiai Faqih pertama kali membabat Lembung . Begitu juga dengan tahun pertama kali masjid yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Lembung itu didirikan. Tapi, dia menyampaikan, Kiai Faqih hidup pada paruh kedua abad ke-17.

Sejak abad 17, dia menyampaikan, tempat ibadah ini baru lima kali direhab. Walaupun sudah direnovasi, namun beberapa bagian tempat dipertahankan, seperti empat pilar di dalam masjid, kayu penyanggah yang masih tidak hilang ukirannya, dan kubahnya.

Selain itu, ia menambahkan, jamaah yang masuk ke masjid ini biasanya akan merasakan karomah dari Kiai Faqih, ditambah lagi beberapa bagian masih utuh. Serta di dalamnya banyak kaligrafi yang menempel di dinding terutama di bagian depan.

Pria yang juga punya ikatan keturunan dari Kiai Faqih itu menyampaikan, kegiatan di rumah ibadah ini tetap aktif hingga sekarang, seperti salat lima waktu, kuliah subuh, peringatan hari besar Islam, serta tarawih di bulan Ramadan.

“Setelah bulan Ramadan, biasanya ada haul para sesepuh yang terdahulu,” ujarnya kepada Kabar Madura, Kamis (22/4/2021). (idy/maf)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *