oleh

Menemukan Inspirasi Berjuang dari Sebuah Buku

Suriyono, Sosok Inspiratif yang Tahan Banting Lewati Kegagalan

KABARMADURA.ID – Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain merupakan prinsip hidup yang dipegangnya sedari belia. Prinsip tersebut tidak sekedar menjadi ungkapan verbal, namun dipraktikkannya dalam kehidupan sehari-harinya.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Namanya Suriyono, pemuda inspiratif dari Desa Lobuk Kecamatan Bluto Sumenep. Saat ini, ia  bekerja di  Kantor Urusan Agama (KUA) Bluto Sumenep. Sebelum duduk di posisi tersebut, banyak hal yang telah dilaluinya. Termasuk berbagai pengalaman kegagalan yang pada akhirnya mendewasakan dirinya.

Ia mengakui pernah mendapatkan kegagalan yang  berulang-ulang. Beruntungnya,  pada waktu itu, ia  menemukan buku ‘The Power of Kepepet’, dari situlah  muncul motivasi untuk berjuang menggapai impiannya.

“Jalan satu-satunya kita tetap bertahan yaitu berbenah diri untuk mencapai impian,” ujarnya.

“Trik untuk menjadi orang sukses yaitu  komitmen dan fokus, selain itu, pengalaman hidup itu juga penting, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain. Sebab, hal itu akan dijadikan cerminan dan motivasi dalam menjalani sebuah perjalanan ke jenjang yang lebih baik,” katanya, Kamis (11/8/20201).

Pria kelahiran Sumenep 08 Mei 1989  itu berprinsip ‘dari gubuk derita menuju kota bahagia’.  Hal itulah yang terus ditanamkan pada dirinya. Ia pantang menyerah dalam keadaan apapun. “Usaha yang dilakukan saya di antaranya; pernah menjadi kuli, menjual ikan hias, menjadi guru, dan usaha kecil-kecilan,” ucapnya.

Sejak tahun 2013 di KUA Kecamatan Batuputih,  selama 6 tahun,  di KUA Kecamatan Saronggi 1 bulan. Kemudian dipindah sampai sekarang di KUA Bluto. “Saya bukan pegawai negeri, melainkan masih pegawai tidak tetap (PTT),  gajinya  menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada di Kemenag Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, sebenarnya gaji itu tidak mencukupi kehidupan keluargnya. Tetapi, ia tetap bersabar dan berdoa untuk mendapatkan pekerjaan lain. Ia mengaku, saat ini sudah menjalani bisnis rumahan dan dipromosikan online, dan seiring berjalannya waktu, ia sudah banyak mempekerjakan orang karena baginya,  dalam hidup itu kemanfaatan bagi manusia adalah sebuah keharusan. “Kita harus saling berbagi satu dengan yang lainnya,” tukasnya.

Ia sendiri tidak pernah melupakan pendidikan formalnya. Ia pernah belajar di Sekolah Dasar Negeri SDN Lobuk II, Mts Al- Amien 2 Prenduan,  MA Al -Amien 2 Prenduan, dan kuliah S1 di Institut Dirosah Islamiyah Al-Amien Prenduan (IDIA) dan lulus tahun 2012.  (imd/maf)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed