Menengok Kiprah MJC dalam Menggali Kompetensi Milenial dan Mengembangkan UMKM

(KM/ALI WAFA) DIFASILITASI: Para peserta workshop foto produk untuk wanita sedang memoto produk salah satu pelaku UMKM di ruang EJSC, Kamis (21/4/2022).

KABARMADURA.ID | Millennial Job Center (MJC) merupakan ekosistem yang membangun kompetensi para pemuda Jawa Timur. Salah satunya di Madura. Kaum muda didorong untuk bergabung MJC guna mengasah bakat, belajar, lalu mendapatkan pekerjaan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Era digital saat ini mendorong warga untuk cerdas memanfaatkan kemajuan teknologi untuk segala kepentingan. Menanggapi hal itu, kehadiran MJC menjadi wadah bagi milenial kreatif melalui program pengembangan bakat. Mulai dari desain grafis, fotografi, videografi, voice over, event organizer, hingga ke bidang literasi untuk menjadi seorang copywriter.

MJC membuka kesempatan bagi pemuda menemukan potensi diri dan mengeksplorasinya. Dengan kata lain, wadah tersebut juga bisa mencetak pekerja profesional di sesuai bidangnya masing-masing.

Tidak hanya itu, MJC juga menjadi tempat mengembangkan usaha bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka diberi pelatihan agar bisa meningkatkan penjualan produk-produknya Dengan begitu, MJC mampu mempertemukan milenial kreatif dengan pengusaha dalam satu visi, yaitu sama-sama diuntungkan.

“Karena pengembangan kompetensi yang kami berikan menekankan pada on the job learning. Talenta diberikan kesempatan pekerjaan temporer, semacam proyek atau tugas berbayar dari klien dunia usaha atau organisasi,” jelas salah satu pengurus MJC Madura Erlangga Eko Febryansyah.

Manfaat dari setiap program MJC dapat dirasakan oleh tiga pihak sekaligus. Selain oleh para talenta muda sebagai peserta pelatihan, dan klien dari kalangan pelaku UMKM atau instansi pemerintah, secara tidak langsung MJC juga membuka kesempatan kerja bagi para talenta profesional di bidang digital untuk menjadi mentor.

Salah satu yang dilakukan MJC yaitu workshop foto produk untuk wanita. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada saat Hari Kartini, 21 April 2022. Perempuan milenial berbakat diwadahi agar mampu berkarya. Pelatihan itu dibuka untuk 10 orang talenta dari kalangan perempuan. 10 orang pelaku UMKM dan satu orang mentor. Total 21 orang.

“Hari Kartini kan 21 April. Jadi biar klop angkanya 21. Kami batasi untuk 21 orang saja. Yang daftar banyak, cuma kami batasi biar efektif,” papar Erlangga.

Saat pelatihan itu, ruang East Java Super Corridor (EJSC) dipenuhi 10 orang talenta perempuan. Mereka dilatih agar menjadi fotografer profesional. Sebab kata Erlangga, pemahaman orang-orang tentang fotografi masih terbatas hanya pada foto wedding. Padahal, peluang foto produk bisa lebih menjanjikan daripada foto wedding.

Tidak hanya itu, 10 orang pelaku UMKM yang hadir kala itu, juga menyaksikan proses pelatihan foto produk. Tampak sumringah mereka menonton. Mereka datang dengan membawa sampel produk usahanya. Tanpa dipungut biaya, mereka pun mendapat hasil foto produk, jepretan para talenta perempuan tadi.

“Memang yang diharapkan yaitu membangun milenial kreatif dan membangun ekonomi secara bersamaan,” pungkas Erlangga.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.