Menengok Lebih Dekat Ponpes Nurul Qur’an, Bebaskan Biaya untuk Anak Yatim

(KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) Dr. KH Buna’i: Pengasuh Ponpes Nurul Qur’an

KABARMADURA.ID | Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qur’an usianya baru seumur jagung. Namun, kiprahnya dalam membangun karakter santri tidak perlu diragukan lagi. Apalagi, ponpes yang berlokasi di Desa Laden, Kecamatan Pamekasan ini memang berdiri karena permintaan masyarakat sekitar.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Dr. KH Buna’i selaku pengasuh menyebutkan bahwa motivasi terbesarnya dalam mendirikan pesantren tersebut yaitu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebab, ia sendiri juga memiliki cita-cita membentuk generasi yang berakhlak dan memiliki hafalan Alquran. Ia juga mengaku, bahwa ponpesnya tersebut tidak memungut biaya sepeser pun kepada para santrinya.

Bacaan Lainnya

“Sejak dibuka tahun 2019, alhamdulillah sekarang sudah ada 85 santri. Tetapi awalnya kami membebaskan untuk menetap atau pulang pergi ke rumahnya. Alhamdulillah, pada awal tahun 2022, ada permintaan dari wali santri untuk bermukim. Saat ini sudah ada santri yang bermukim,” paparnya, Selasa (8/7/2022).

Dijelaskannya, program di pondoknya sangat fleksibel. Sebab, meskipun sudah menjadi santri aktif,  juga bisa bersekolah sesuai keinginan masing-masing santri. Namun setelah jam 15.00 WIB harus sudah berada di ponpes untuk mengikuti program yang telah ditetapkan, seperti menghafal Alquran dan pelatihan membaca kitab kuning, dan pelajaran bahasa Arab.

“Kami ingin ponpes ini tetap ada integrasi antara kemampuan di pelajaran umum dan kemampuan di bidang agama,” ulasnya.

Selain itu, ia juga menambahkan, di ponpesnya selain ada santri aktif, ada juga 21 santri yang menjadi anak asuhnya. Mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Bagi orang tertentu kami gratiskan, dan tidak diambil  biaya. Terutama pada anak yatim piatu. Malahan kami punya anak asuh, setiap semester  kami santuni, untuk yang SD kami beri Rp300 ribu, yang SMP 350 ribu, untuk SMA kami beri 400 ribu, yang berstatus mahasiswa kami kami berikan Rp450 ribu,” tutup Dr. KH Buna’i.

Redaktur: Muhammad Aufal Freskty

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.