Menengok Sepak Terjang Komunitas “Sedekah Rombongan”, Hadirkan Solusi di Tengah Ketimpangan Ekonomi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) KEMANUSIAAN: Relawan SR saat membantu salah seorang warga yang sedang sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan.

KABARMADURA.ID- Masih banyak orang baik di dunia ini. Kata-kata itulah yang tebesit saat mendengar kiprah dari komunitas Sedekah Rombongan (SR). Kehadiran komunitas ini telah banyak menebar manfaat kepada sesama, terutama kepada golongan tidak mampu.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Komunitas ini berada di seluruh wilayah di Indonesia. Di Pulau Madura, komunitas yang dikenal dengan sebutan SR ini terbagi menjadi dua wilayah; wilayah barat dan wilayah timur. SR wilayah barat yaitu meliputi Bangkalan dan Sampang. Wilayah timur meliputi Pamekasan dan Sumenep.

Koordinator SR wilayah Madura timur Ahmad Kholil menuturkan, komunitas ini telah berdiri sejak 10 tahun yang lalu. Kehadiran SR untuk menjadi solusi di tengah ketimpangan ekonomi masyarakat.

SR membantu kaum dhuafa mendapat layanan kesehatan yang baik. SR menyediakan armada ambulance untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit dan menjaganya selama di rumah sakit, hingga mengantarkan mereka ke kediaman setelah sembuh.

“Ini adalah sedekah jalanan. Ini tentang obat yang belum terbeli. Tentang beras dan lauk yang belum terbayar. Tentang susu dan makanan bayi yang habis esok hari. Tentang uang sekolah yang tertunda,” terang Kholil.

Pihaknya memastikan kaum dhuafa tidak dapat merawat dirinya sendiri. Mereka melaporkan kepada SR pusat, kemudian SR pusat mengalokasikan sejumlah donasi untuk membantu meringankan beban kaum duafa tersebut. Sementara itu, SR di Indonesia sendiri memiliki donatur yang konsisten berbagi.

Tidak hanya menunggu bantuan dari SR pusat, para relawan bersama donatur lokal juga mengalokasikan sebagian hartanya mengulurkan bantuan kepada kelompok yang membutuhkan. Tidak hanya membantu orang sakit, pihaknya juga meradar orang-orang tidak mampu sebatangkara. Bantuan sembako juga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok.

“Pada awal tahun pademi, kami membagikan 1.200 paket sembako dan masker serta hand sanitizer untuk masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Kholil.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *