oleh

Mengajar, Calon Doktor, dan Ibu Rumah Tangga

Kabarmadura.id/SAMPANG- Hj. Mirhamida Rahmah adalah perempuan yang saat ini menjabat Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Internasional Sabilillah di jalan Rajawali III Karang Dalem, Sampang. Dari tangan dingin kepemimpinannya di lembaga tersebut, buah prestasi ditorehkan para anak didiknya di kancah nasional.

Awal tahun 2020 ini, sekurangnya sudah terdapat tiga peserta didik di MI Sabilillah berhasil menjadi Finalis Hafiz Indonesia 2020, Finalis Olimpiade Sains Kuark 2020 Tingkat Nasional dengan meraih medali emas 1 Himso Nasional (sains).

Berparas tak ubahnya bulan purnama, wanita berusia 28 tahun itu menceritakan motivasi dirinya menjadi seorang tenaga pendidik sebagai jalan ibadah.

“Saya berjuang di jalan Allah untuk memajukan pendidikan. Saya ingin menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang banyak, ingin berpengaruh dalam kehidupan generasi mendatang. Sebagai seorang guru, saya punya hasrat tinggi guna berbagi ilmu kepada generasi-generasi emas. Harapannya, mudah-mudahan ilmu yang saya berikan bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa mendatang,” ucap perempuan yang kadang dipanggil Hajjah Mir.

Selain mengajar, Mirhamida juga  memberikan suri teladan bagi para siswanya bahwa belajar tidak mengenal usia, dengan melanjutkan pendidikan di Program Doktor (S3) Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.

Ibu Rahma, begitulah anak didiknya memanggil, memiliki banyak kiat untuk memompa motivasi siswanya hingga berprestasi tingkat nasional, yakni selalu memunculkan metode baru; menyesuaikan dengan kondisi siswa dan materi pelajarannya.

Bukan semata metode yang menjadi sukses mengantar siswa, Ibu Rahma menyampaikan sebagai pendidik, dirinya sadar semua siswa tidak bisa dipaksakan untuk memiliki keahlian yang bukan minatnya.  Namun demikian, guru di lembaganya dituntut selalu memiliki trik agar siswa tertarik belajar.

“Pada prinsipnya, saya berusaha mengarahkan para siswa untuk menggali potensi dan minat yang ada pada diri anak tersebut. Potensi yang sudah ada dilanjutkan dengan bimbingan secara intens, sehingga siswa berhasil meraih kesuksesannya,” terangnya.

Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri itu, menceritakan dirinya selain menjadi guru, juga sekaligus harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, ibu dari tiga orang anaknya.Tentunya tidak mudah dalam membagai waktu, dalam jangka waktu 24 jam sehari, saya sering merasa kerepotan membagi waktu.

“Tiga tanggung jawab yang saya emban semuanya penting. Menghadapi hambatan demikian, PR saya adalah harus pandai membuat jadwal untuk diri sendiri,” tukasnya sembari tersenyum dengan tatapan teduh. (sub/bri/nam)

Komentar

News Feed