Mengakrabi Miftahur Rozaq, Pendekar Penegak Demokrasi

  • Whatsapp

Nyaris setiap hari, Miftahur Rozaq meninggalkan anak istri. Tapi jangan dikira ia abai. Melainkan, ia menjajakan demokrasi ke sudut-sudut kampung di kota Bahari.

SYAMSUL ARIFIN, Sampang

Perawakannya tampak biasa saja, hampir sama dengan kebanyakan orang pada umumnya. Namun kesibukanya luar biasa. Itulah Miftahur Rozaq, yang kebanyakan orang menganggapnya sebagai pendekar penegak demokrasi. Maklum tak kurang dari sepuluh tahun lamanya (2009-2018), ia selalu berjibaku menanamkan kesadaran berpolitik hingga ke pelosok desa.

Demi menggelorakan demokrasi, menyusuri pelosok desa adalah hal yang biasa ia lalui. Tanggungjawabnya sebagai komisoner KPU Sampang terus menggantung di pundak ayah Alfa Mirza Kusuma ini. Melakukan sosialisasi dari desa A ke desa B agar masyarakat paham esensi demokrasi.

“Hampir setiap hari keluar-masuk kampung. Tujuanya hanya satu yakni melakukan sosialisasi. Kalau tidak begitu, saya tidak nyenyak istirahat,” kata Miftahur Rozaq, semberi menyeka keringat di bawah ubun-ubunya.

Bergelut dengan persoalan pemilihan demokrasi memang tidak pernah ia bayangkan sejak di bangku SD. Tapi selepas menjabat sebagai Pembantu Ketua I STAI NATA Sampang (2013), kariernya moncer bukan kepalang. Wajahnya tak asing dibanyak kalangan, fotonya juga banyak terpampang di lapak koran. Itu karena Rozaq (sapaan Miftahur Rozaq) banyak mengambil peran untuk mensukseskan setiap momen pemilihan lima tahunan.

“Komisioner KPU itu banyak diburu teman-teman wartawan untuk konfirmasi. Akhirnya mau tidak mau harus tampil di koran dan media-media yang lain,” tutur Miftahur Rozaq, menceritakan awal mula jabatanya.

Menurut bapak tiga anak ini, semenjak saat itu pula,dirinya kerap kali meninggalkan anak istri, karena kesibukanya melayani setiap pihak yang ingin membenahi demokrasi. Akibat kesibukanya itu, Rozaq mengaku seringkali hanya beristirahat secukupnya. Yakni untuk sekadar memulihkan stamina yang habis selepas seharian bertandang ke banyak kecamatan. Setelah itu kembali mengintip jadwal kunjungan ke lapangan.

Pria jebolan pasca sarjana Unisma Malang itu menceritakan, banyak hal dan tantangan yang dijumpai saat dirinya turun ke lapangan. Maklum saja, Kabupaten Sampang memang memiliki banyak rekaman dalam hal pemilihan. Sehingga kata Rozaq, memberikan pemahaman berdemokrasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Melainkan membutuhkan kegigihan dan ketekunan agar timbul kesadaran kepada masyarakat bahwa mensukseskan pemilihan adalah sebuah kaharusan.

“Tidak bisa ujug-ujug datang ke masyarakat dan meminta agar pemilihan berjalan lancar. Melainkan harus melalui pendekatan agar masyarakat paham dengan kesadaran masing-masing untuk mensukseskan pemilihan,” tutur suami Ervy Kusumawati ini.

Menghadapi berbagai kalangan dan komunitas dengan latar belakang yang berbeda-beda, sambung Rozaq, harus serba hati-hati, sebab yang ‘dijajakan’ oleh dirinya bukan perkara mudah. Melainkan perkara pemahaman politik, yang jika sedikit saja ‘tergelincir’ bisa berakibat gaduh.

Pria asal Desa Pangongsean Torjun ini, lantas menjelaskan perkembangan keberhasilan Pilkada pada 27 Juni lalu. Dimana Pilkada 2018 menjadi satu-satunya pemilihan di Sampang yang tergolong sangat kondusif jika dibandingkan dengan pemilihan–pemilihan sebelumnya. Dimana tidak banyak menimbulkan konfik dan riak-riak protes.

“Pemilihan yang aman, sukses dan tanpa konflik adalah impian-impian yang sangat kami harapkan,” harapnya.

Rozaq mengaku sangat bersyukur mempunyai keluarga yang bisa mendukung kegiatan sehari-harinya. Sehingga dia tidak merasa terbebani atas rasa bersalah saat menjalankan peran ganda sebagai kepala keluarga dan sekaligus sebagai komisioner KPU yang seringkali bekerja penuh waktu.

“Yang terpenting bisa mengatur waktu, sehingga impian berdemokrasi secara sehat juga dapat tercapai,” ungkap pria berlatar santri itu.

Sebagai penyelenggara pemilu tertinggi ditingkat Kabupaten. Rozaq berharap jajaran penyelenggara pemilu dibawahnya bisa memegang teguh profesionalisme, tekun dan konsistem dalam bertugas, serta tidak gampang berputus asa.

“Melayani sepenuhnya memang tidak mudah. Sebab tugas ini berat,” pungkasnya. (*)

Satu Rumah Seribu Pintu

Miftahur Rozaq kecil, dilahirkan dari keluarga ustaz kampung. Tak heran selepas mengenyam pendidikan di bangku SMP, ia kemudian menimba ilmu di Pondok Pesantren Nazhatut Tullab, Prajjan Camplong yang dikenal sebagai salah satu pesantren lawas di Madura. Memiliki bekal ilmu agama yang terbilang cukup, ia kemudian banyak bergumul dengan para kiai dan ulama NU di Sampang, sehingga namanya pun kerap disejajarkan dengan kalangan kiai tat kala menghadiri acara-acara pemerintahan.

Keperibadianya yang santun dan menyejukkan, membuat ia mendapat julukan kehormatan meskipun tidak pernah mengemis jabatan. Ya, Miftahur Rozaq dikalangan santri dikenal dengan sebutan ‘Gus Mim’. Sebutan ‘Gus’ sendiri pada dasarnya adalah sebutan anak Kiai atau orang yang paham agama.

Gus Mim memang ahli ‘menyamar’ jempolan. Saat berkumpul dengan masyarakat atau teman sejawatnya ia kerap dipanggil mas, dikalangan akademisi dan pemerintahan ia dipanggil pak, sedang dikalangan jurnalis ia biasa disapa kang. Tetapi Gus Mim memang tidak pernah merisaukan soal sebutan namanya. Sehingga sangat maklum jika ia disebut-sebut sebagai “Satu Rumah Seribu Pintu”, yakni siapa saja bebas memanggil julukanya dengan sesuka hati. (*)

Profil Miftahur Rozaq
Nama : H. Miftahur Rozaq, M.Pdi
Tempat & tanggal Lahir : Sampang, 2 Oktober 1978
Alamat tempat tinggal : Jalan Raya Torjun (Depan SMPN 2 Torjun), Kecamatan Torju
Agama : Islam
Status Perkawinan : Kawin
Istri : Ervy Kusumawati, S.Pd
Anak : Alfa Mirza Kusuma
Azka Mirza Irfani
Afia Zulfia Mirza
Riwayat Pendidikan : a. SDN 1 Torjun
b. SMPN 1 Torjun
c. S1 UIN Sunan Ampel
d. S2 UNISMA Malang
Pengalaman Kerja : a. Dosen STAI NATA 2002-2013
b. Pembantu Ketua I STAI NATA 2002-2013
c. Komisioner KPU Sampang 2009-2019
* Divisi Hukum dan Pengawasan
* Divisi SDM dan Parmas
Pengalaman Organisasi : a. PMII IAIN Surabaya 2001
b. Sekretaris PC LP Ma’arif NU Sampang 2007- 2012
c. Wakil Sekretaris PCNU Sampang 2013-2017
d. Ketua LDNU Sampang 2015-2017
e. Sekretaris I MUI Sampang 2015-2017

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *