Mengaku Dapat Beking dari Oknum Satpol PP, Rumah Kos Terlarang Kembali Beroperasi

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sumenep-Rumah kos Restu Ibu resmi dilarang beroperasi sejak disegel pada (1/8) lalu. Penginapan tersebut ditutup lantaran menyalahi izin operasional. Ironisnya, meski sudah disegel, rumah kos itu tetap beroperasi. Pengelola kos berdalih mendapat rekomendasi dari salah satu oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang selama ini menjadi “beking” rumah kos tersebut.

Rangkuman Kabar Madura, rumah kos yang beralamat di Jalan Trunojoyo Desa Kolor, Kecamatan Sumenep, Kabupaten Sumenep itu, sempat ditutup paksa oleh petugas gabungan. Penutupan rumah kos itu, lantaran tempat tersebut menjadi tempat tindak asusila atas kasus pemerkosaan perempuan di bawah umur oleh enam pemuda beberapa waktu lalu.

Beroperasinya kembali rumah kos yang sempat disegel itu diketahui, saat petugas gabungan melakukan razia dan berhasil mengamankan dua perempuan yang dinilai mencurigakan.

Sementara saat diintrogasi oleh petugas gabungan, Nayla pemilik rumah kos mengaku, rumah kosnya telah beroperasi kembali sejak sepuluh hari yang lalu. Dirinya berdalih sudah mendapatkan izin dari pihak Satpol-PP Sumenep.

“Gak apa-apa katanya, saya pamit ke Satpol-PP, makanya saya buka kembali rumah kos ini,” katanya, Selasa (15/10) malam.

Menanggapi itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas) Satpol-PP Sumenep Fajar Santoso tidak membenarkan hal tersebut. Pihaknya menegaskan, jika personilnya tidak pernah memberikan rekomendasi pada rumah kos itu untuk beroperasi kembali.

Kendati demikian, pihaknya mengaku masih akan memberikan keringanan terhadap langkah pemilik kos tersebut, meski secara nyata melanggar hukum dengan kembali membuka rumah kos yang disegel itu, dengan catatan ada itikad baik dari yang pengelola kos.

“Kami akan selesaikan secara kekeluargaan jika memang mau bekerja sama, yaitu menutup kembali. Pemilik kos itu berbohong katanya hanya dua orang, padahal kami yakin tidak hanya 2 orang,” katanya, Rabu (16/10). (ara/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *