oleh

Mengaku Dipotong Rp50 ribu, Warga Menuding Ada Penyelewengan Dana PKH

Kabarmadura.id/Sampang-Penyaluran dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sampang, terindikasi diselewengkan. Hal itu terungkap setelah sejumlah warga Desa Bencelok, Kecamatan Jrengik, mengadukan dugaan pemotongan dana PKH oleh oknum pendamping dan aparat desa.

Indikasinya, pendamping bersama oknum aparat desa melakukan pencairan dana bansos PKH secara kolektif. Saat hendak melakukan pencairan kolektif itu, mengumpulkan kartu ATM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.

Musyarofah salah satu KPM PKH mengungkapkan, jika dirinya tidak mau mengumpulkan kartu ATM itu pada pendamping PKH, maka dirinya diancam akan dihapus datanya dari penerima PKH, sehingga hak untuk mendapatkan dan bansos itu akan dicabut.

Bahkan dirinya menyampaikan, saat pencairan dana PKH secara kolektif itu, oknum aparat desa memungut biaya administrasi sebesar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

“Waktu pengambilan uang saya dipungut biaya sebesar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu oleh oknum perangkat desa,” ungkapnya, kemarin (10/11)

Menyikapi hal itu, Rohim salah satu pendamping PKH di desa setempat mengatakan, penarikan ATM terhadap warga merupakan bentuk inisiatif pendamping kepada masyarakat yang tidak tahu cara pengambilan dana bantuan tersebut.

“Penarikan kartu ATM itu bentuk inisiatif dari pendamping untuk masyarakat yang tidak tahu cara ngambilnya,” kilahnya,

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Sampang Nasafi menyampaikan, pencairan dana PKH secara kolektif yang dilakukan oleh pendamping PKH atau oknum perangkat desa bencelok tersebut tidak diperbolehkan, karena melanggar peraturan pemerintah.

“Pencairan dana PKH secara kolektif sangat tidak diperbolehkan, karena sudah melanggar peraturan pemerintah,” tukasnya. (km49/pin)

Komentar

News Feed