oleh

Mengenal Asal Usul Seni Musik Ul-Daul

Berawal dari Takbiran Sampai Pertunjukan Bernilai Seni

Karya seni tidak lahir begitu saja, ia lahir sebagai anak kandung kebudayaan, butuh proses panjang dari masa ke masa. Begitu juga dengan pertunjukan Ul -Daul yang lahir dari cara pandang masyarakat terhadap kehidupan.
MOH TAMIMI, KOTA

Ul-Daul merupakan pertunjukan baru di Madura, khusunya di Sumenep. Ul-Daul secara perlahan semakin dikenal dan digandrungi oleh masyarakat setempat. Sejenak, mungkin tidak ada yang menarik dari pertunjukan musik yang satu ini, namun apabila ditelisik lebih mendalam, maka akan semakin terlihat keunikannya daripada  seni musik pertunjukan lainnya.

Grup Ul-Daul Ramapati salah satunya. Grup kesenian ini berasal dari Desa Banasare, Kecamatan Rubaru. Pada awalnya adalah sekelompok remaja yang suka takbir keliling ketika malam hari raya dan membangunkan orang saat waktu sahur dengan menggunakan alat musik seadanya, mulai dari drum, ember bekas wada tahu, bambu, dan lain sebagainya.

Salah satu personel Grup Ul-Daul Ramapati Irfan Haris menceritakan, pada awalnya kelompoknya hanya berawal dari lima orang yang hobi bermain musik tong-tong di malam takbiran, namun ketika ia melihat ada talenta diantara teman-temannya dan sayang untuk disia-siakan, maka ia dan teman-temannya bersepakat untuk membuat grup Ul-Daul tersebut. Ul-Daul tersebut dibentuk pada tahun 2010.

Saat ini, kegemaran menabuh di malam takbiran tersebut mempunyai nilai komersial yang patut diperhitungkan. Irfan bersama teman-temannya sudah asyik bermain musik masih dibayar, seperti digaji atas kesenangannya sendiri.

“Kalau masalah harga bermacam-macam, sesuai  permintaan, biasanya sekitar tiga juta, kalau yang lebih kecil lebih murah, soalnya kami mempunyai dua, itu satu kali tampil kalau siang, kalau main dengan malamnya nambah,”  ungkap Irfan saat ditemui ketika istirahat bermain Ul-Daul, Jum’at (3/3).

Ul-Daul adalah seni pertunjukan musik yang berupakan kolaborasi dari berbagai alat musik, baik alat musik tradisional maupun alat musik yang terbuat dari peralatan sehari hari seperti bak air yang dimodifikasi menjadi drum bass dan lain sebagainya.

Khusus di Ul-Daul Ramapati rinciannya adalah sebagai berikut: bass drum ada sembilan, box kendung ada tujuh, kelening tiga set, kennong satu set, gong satu set, dukduk tiga set, tramtam tiga set, gendang tiga set, dan terompet dua set. Semua alat musik tersebut disatukan, ditempatkan sedemikian rupa di atas kendaran beroda empat yang dimodifikasi sendiri dan didorong/ditarik secara manual.

Selain itu, di berbagai sisi kendaraan tersebut (lebih tepatnya semacam mobil) dihias sedemikian rupa yang menyerupai  elang yang disekujur tubuhnya didesain ukiran. Adapun panjangnya enam meter.

Untuk semakin menyemarakkan pertunjukan, di depan kendaraan yang memuat berbagai alat musik tersebut  terdapat empat penari yang menari layaknya burung Cenderawasih yang melompat dari satu dahan  ke dahan yang lain. (mad/rei)

Komentar

News Feed