oleh

Mengenal Emmy Nurcholida, Wisudawan Terbaik Unira 2019

Kabarmadura.id/Pamekasan-Prosesi wisuda Universitas Madura (Unira), pada Sabtu (23/11/2019), menjadi sangat bersejarah bagi Emmy Nurcholida. Pada momentum itu, perempuan alumnus jurusan peternakan fakultas pertanian, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik.

Khoyrul Umam Syarif, Kota

Perempuan kelahiran Pamekasan 29 Juni 1997 itu, mengaku sangat bersyukur atas dikukuhkankan dirinya sebagai wisudawan terbaik di universitas ternama di Bumi Pamelingan tersebut. Terlebih, momentum itu menjadi titik dirinya bisa melihat senyum sumringah kedua orang tuanya.

Sosok penyabar itu meyakini, prestasi yang diraihnya diyakini berkat do’a dari kedua orang tua, support orang-orang terdekatnya, serta berkat usaha yang dilakukan dengan konsisten selama menjadi mahasiswa aktif di Unira.

“Menjadi wisudawan terbaik tidak serta merta membuat saya puas dan merasa tinggi diri atas pencapaian saya, karena perjuangan sesungguhnya dimulai saat ini setelah lulus kuliah,” ujarnya, kemarin (27/11/2019)

Putri dari pasangan Aliman dan Samriyah itu menyatakan, keberhasilannya saat ini tidak lantas membuat dirinya merasa lebih pintar dari pada teman-teman sekampusnya. Dirinya menilai, prestasi itu merupakan bonus dari ketekunan dan kesabarannya dalam menjalankan rutinitas selama duduk di bangku kuliah.

Diakuinya,  kiat sukses yang selama ini dilakukannya sangat sederhana, yaitu dengan cara selalu menghormati dosen dan tidak pernah membenci dosen walaupun tidak suka dengan mata kuliah yang diikuti. Baginya, kuliah bukan semata-mata mencari ilmu, tetapi juga mencari barokah dari dosen atau guru, agar ilmu yg didapat bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Yang paling penting baginya, adalah selalu menjaga perasaan kedua orang tuanya,   jangan sampai menyakiti hati keduanya agar berkah dalam hal apapun yang diimpikan.

“Insyaallah dengan demikian, saya dimudahkan dan dilancarkan dalam segala urusan,” paparnya penuh semangat.

Mengenai pandangannya tentang mahasiswa masa kini, dirinya melihat semakin tahun mahasiswa, khususnya di kampus Unira, semakin banyak perkembangan, apalagi sudah ada program pertukaran pelajar ke luar negeri, sehingga diharapkan bisa menambah wawasan lebih luas dan bisa bersaing dengan kampus-kampus  terkenal lainnya

“Jadi mahasiswa masa kini menurut saya adalah mahasiswa yang bisa menyeimbangkan antara keilmuan dan juga tatakrama, adab, dan sopan santun,” paparnya.

Adapun yang menjadi tantangan para pemuda masa kini, adalah gengsi yang dimiliki para pemuda, artinya banyak yang ingin kuliah di luar Pamekasan, hanya karena melihat image kampus elit, padahal di Pamekasan sendiri ada beberapa kampus yang memiliki daya saing yang kuat.

“Menurut saya dengan kuliah di kampung sendiri kita sebagai mahasiswa bisa tahu keadaan dan kebutuhan kota tercinta ini dan peran apa yg bisa kita lakukan sebagai mahasiswa,” urainya.

Sosok periang itu mengaku, didikan yang paling utama dari orang tuanya adalah selalu bersyukur di setiap keadaan, karena dengan bersyukur hidup bisa terasa lebih damai dan bahagia. Terlebih menurutnya, orang tuanya tidak pernah menuntut dirinya maupun adiknya untuk mendapatkan nilai bagus selama sekolah atau kuliah, namun keduanya hanya meminta untuk melalukan yang terbaik semampunya.

Terlepas dari semua itu, dia merasa punya kewajiban untuk membahagiakan dan membuat bangga kedua orang tuanya, sehingga dirinya selalu melakukan yang terbaik agar nilainya tidak mengecewakan.

“Orang tua saya mengatakan, mereka tidak bisa mewarisi saya harta, tetapi yang bisa dilakukan adalah memberikan jalan bagi saya untuk menjadi seorang yang berilmu,” tandasanya.

Dirinya berharap, ilmu yang didapatkan selama menempuh pendidikan bisa membawa barokah untuk dirinya dan keluarganya serta bisa bermanfaat untuk orang lain. (pin)

Komentar

News Feed