oleh

Mengenal Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dibuat untuk mempererat komunikasi dan membina hubungan kerja sama antar madrasah diniyah takmiliyah yang ada di Kabupaten Bangkalan. Harapannya, agar semakin menguatkan pendidikan Islam di Kabupaten Bangkalan.

MOH SAED, BANGKALAN

Ketua FKDT Bangkalan, M Sodik berencana melakukan penguatan di tahun 2020. Pihaknya juga akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dalam rangka membina dan mendidik generasi mudah agar tidak terjerumus terhadap hal-hal yang tercela, khususnya zina dan narkoba.

Ia menambahkan, FKDT Jawa Timur menekan agar FKDT Bangkalan agar pelajaran agama ditingkatkan dan dijadikan sebagai dasar untuk kemajuan bangsa. Untuk itu, ia ingin agar FKDT menjadi mitra pemerintag dalam membangun kemajuan bangsa berdasarkan nilai-nilai agama.

“Kalau melihat lembaga pendidikan umum yang diterapkan hanya pendidikan umum sedangkan pendidikan agamanya tidak diperhitungkan lagi. Maka kami harus berbuat agar agama Islam tetap ekaisi dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu FKDT Bangkalan berharap bantuan pemkab dalam memperlancar kegiatan FKDT. Karena jika tanpa ada kerja sama dengan pemerintah maka kegiatan apapun tidak bisa berjalan dengan lancar karena kebijakan berada di tangan pemerintah.

Pada tahun 2020, FKDT Bangkalan berencana akan mengadakan ujian agama bersama untuk siswa di Bangkalan. Ia berharap ujian kebersamaan ini bisa terwujud demi mencerdaskan semua anak bangsa terutama di bidang keagamaan.

Selain itu, ia juga akan memastikan pendidikan agama tidak boleh dihapus dari sekolah umum di seluruh Bangkalan. Hal ini dilakukan agar para generasi bangsa bisa melihat mana yang benar dan mana yang tidak benar menurut pandangan agama Islam.

Pihaknya juga akan mengawal agar pendidikan yang full sampai sore tidak ada lagi di Bangkalan. Karena hal ini dapat menghambat terhadap kesempatan siswa untuk mendapat pendidikan agama di madrasah diniyah yang ada di Bangkalan.

“Jika tidak ada lagi pendidikan agama, maka generasi emas sebagai penerus bangsa ini akan seperti apa. Karena saya melihat yang paling penting dalam kehidupan adalah pelajaran agama. Pelajaran agama ini jika tidak diajarkan, bagaimana generasi milinela bisa tahu tentang agama,” pungkasnya. (km50/pai)

Komentar

News Feed