Mengenal Goweser Independent Pamekasan, Tebar Manfaat Lewat Hobi

KABARMADURA.ID | Hobi, bukan berarti tidak bisa menebar manfaat bagi sekitar. Hal tersebut dibuktikan oleh salah satu komunitas pecinta sepeda di Bumi Gerbang Salam. Komunitas itu bernama Goweser Independent Pamekasan disingkat GIP, berdiri sejak tahun  2020. Terbentuknya komunitas ini berawal dari ide beberapa pecinta sepeda dunhil yaitu, Jamal dkk. Waktu itu, Jamal dkk melihat para pecinta sepeda dunhil tidak memiliki wadah resmi untuk menyalurkan hobinya. Maka, atas dasar itulah ia dan beberapa temannya mendirikan komunitas sepeda dunhil itu. 

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN 

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Meski berawal dari hobi, seluruh kegiatan komunitas GIP ini tidak hanya melakukan trip bersepeda saja. Ada pula kegiatan lainnya seperti, memberikan bantuan sosial (bansos) kepada para kaum duafa, bagi-bagi takjil gratis ketika bulan Ramadan. Meski bansos yang disalurkan masih di wilayah Pamekasan, semua itu dilakukan guna menebar manfaat bagi sesama. 

Baca Juga:  KM.ID | SURABAYA -- Seluruh anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan telah bersertifikat kompeten sebagai wartawan. Tiga di antaranya baru dinyatakan kompeten dan lulus dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-44 di Ballroom PWI Jawa Timur, Kamis (29/9/2022). Ketiga wartawan tersebut, Achmad Soleh, dari tingkat Madya ke Utama, Tabri S Munir, dari Muda ke Madya dan Fathol Arifin, juga dari Muda ke tingkat Madya. Tambahan wartawan yang lulus UKW ini menjadikan seluruh anggota PWI Pamekasan dinyatakan kompeten. Dengan perincian, satu anggota bersertifikat Wartawan Utama, 15 anggota Wartawan Madya dan 27 anggota Wartawan Muda. "Kami bersyukur, teman-teman memilki kesadaran bersama untuk saling meningkatkan kapasitas dirinya sebagai wartawan di Pamekasan," kata Ketua PWI Pamekasan Tabri S Munir, Kamis (29/9/2022). Sebelumnya, PWI Pamekasan telah menggelar UKW Muda dan Madya, bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pamekasan--diikuti 30 peserta dan 29 dinyatakan kompeten. "Alhamdulillah, semua anggota PWI Pamekasan bersertifikat kompeten," pungkasnya. Redaktur: Sule Sulaiman

Selain itu, GIP juga sering ngetrip ke beberapa wilayah tertentu sesuai agenda yang disepakati. Kemudian, juga melakukan silaturahmi dengan sesama club pecinta sepeda dunhil. Bahkan, melakukan pembinaan kepada para atlet di komunitasnya. Mengingat, GIP memiliki lima atlet yang sudah mengikuti kegiatan di kejuaraan  seperti, pekan olahraga provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim). 

“Kami memiliki 35 orang anggota. Dari 35 itu ada 5 atlet yang sudah ikut di kejuaraan olahraga nasional. Sedangkan sisanya adalah anggota yang murni dari hobi,” kata pelopor GIP, Jamal.

 Pria yang juga ketua umum GIP itu mengatakan, untuk rekrutmen anggota di komunitasnya tidak ada syarat administrasi khusus, terpenting mau bergabung. “Itu saja, langsung kami terima,” ujar dia.

Jamal menjelaskan, dalam melakukan pembinaan dan melatih para atletnya, ia harus ke kota lain. Sebab, di Pamekasan belum ada lapangan khusus para pecinta sepeda dunhil yang sesuai standar. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak lantas menyurutkan semangat GIP untuk terus melakukan pembinaan dan latihan kepada para atletnya.

Baca Juga:  KPAI: Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Masalembu Wajib Ditambah Pemberatan Hukuman

“Ya, inilah tantangannya. Meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit, kami lakukan. Dan, tidak kami jadikan kendala untuk terus menghidupkan kegiatan-kegiatan di komunitas ini,” paparnya.

Menurutnya, iuran di komunitasnya menjadi salah satu upayanya dalam menjalankan setiap kegiatan atau program. Sehingga tidak ada kata absen di setiap kegiatan. Karenanya, tak heran apabila komunitasnya tersebut tetap eksis hingga saat ini. 

“Kami memiliki  semangat kebersamaan, gotong royong dan kekompakan yang cukup luar biasa. Makanya, meskipun GIP terbilang masih baru, sudah ada atlet kami yang mengikuti lomba kejuaraan. Walaupun itu tidak menang, karena memang target kami sekarang adalah pengalaman,” ungkapnya kepada Kabar Madura. 

Redaktur: Moh Hasanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *