Mengenal Husen Satriawan, Takmir Masjid Jamik Sumenep yang Selalu Prioritaskan Kepentingan Umat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERWIBAWA: Husen Satriawan, Ketua Takmir Masjid Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Modal menjadi seorang pemimpin tidak hanya kejujuran dan ketegasan. Lebih dari itu, kesediaan untuk terus melayani dan mengayomi sepenuh hati masyarakat yang dipimpinnya. Seperti halnya yang dilakukan Husen Satriawan, Ketua Takmir Masjid Jami’ Sumenep, yang senantiasa mengabdikan dirinya untuk umat.

IMAM MAHDI, Sumenep

Pria kelahiran Sumenep, 1 Januari 1942 dikenal luas sebagai sosok pribadi yang memiliki ketegasan yang luar biasa. Semisal dalam menyikapi persoalan yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam, ia selalu menjadi garda terdepan membela kepentingan umat.

Selain itu, pria yang akrab disapa Husen itu menjadi orang pertama yang selalu mengkritik kebijakan pemerintah ketika tidak pro dengan rakyat.

Contohnya, ia pernah melawan pemkab pada saat di Masjid Jamik dilakukan rapid test, ia sempat menghentikan para petugas. Menurut Husen, pihaknya sudah mengimbau warga yang merasa sakit, atau memiliki gejala yang mengarah ke Covid-19 agar tidak salat di Masjid Jamik.

Husen menyampaikan, seharusnya Pemkab Sumenep duduk bersama dulu dengan para ulama dan pengurus takmir Masjid Jamik mengenai untuk membahas penanganan kasus Covid-19. Sehingga akan terjadi komunikasi yang baik.

“Sifat itu yang kami tanamkan dari sejak dulu,” tegasnya.

Husen sendri merupakan seorang Purnawirawan TNI Angkatan Darat yang perna bertugas di daerah Timur-Timur selama 27 tahun. Setelah itu pulang ke Sumenep dan tahun 2002 berkiprah sebagai Kelompok Masyarakat Peduli Sumenep (KMPS) serta diamanahkan menjadi takmir Masjid Jamik Sumenep.

“Kami terus berjuang untuk kepentingan umat Islam,” paparnya.

Selain itu, dia juga aktif sebagai Ketua Laskar Pembela Islam (LPI) sekaligus ketua Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sumenep.

Setiap hari ia mengecek kondisi Masjid Jamik Sumenep. Sebab, yang diinginkan bagaimana Masjid Jamik Sumenep bersih, dan membuat jamaah nyaman beribadah.

“Saya ikhlas tanpa digaji walau sepeserpun,” pungkasnya. (maf/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *