Mengenal Kado Pamekasan, Mengedukasi hingga Melahirkan Pendongeng Cilik

News208 views

KABARMADURA.ID | Kampung Dongeng (Kado) adalah komunitas yang tergerak untuk memberikan edukasi kepada anak-anak melalui cerita. Secara nasional, komunitas ini di bawah naungan Yayasan Kampung Dongeng Tunas Bangsa yang didirikan oleh Awam Prakoso, yang merupakan pendongeng Indonesia. Di Pamekasan, Kado ini rupanya ada. Berdiri sejak tahun 2018, dinahkodai seorang perempuan bernama Sulistyawati.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Memiliki latar belakang sebagai seorang pendidik, membuat Sulistyawati tergerak untuk membuat Komunitas Dongeng di Kabupaten Pamekasan. Perempuan yang kerap disapa Sulis itu mengungkapkan, awal mula dibentuknya Kado ini saat dia menjadi pembawa acara di sebuah kegiatan yang mengundang seorang pendongeng dari luar kota, yakni Ahsan yang merupakan anggota Kado Bekasi. 

Menurutnya, Kado ini sebagai wahana pendidikan yang mengasyikkan. Sebab, di komunitas ini tidak berinteraksi dengan anak-anak ala kadarnya, namun menyajikan sebuah dongeng. Penyajian dongengnya pun berbagai macam karakter vokal sesuai dengan tokoh dalam cerita. 

Sulis mengungkapkan, Kado ini sudah ada 100 daerah di Indonesia. Di Jawa Timur ada di 13 daerah, termasuk Pamekasan. Di Pamekasan sendiri, Kado berdomisili di Jalan Kemuning gang 1, Kecamatan Kota, Pamekasan.

Baca Juga:  Medali Porprov Jatim Terkumpul, Anggaran Bonus Atlet Sumenep Baru Diajukan

“Kita sistemnya relawan. Ketika mendongeng, karakter vokalnya macam-macam disesuaikan dengan tokohnya. Ada yang bervokal karakter film anak-anak, seperti suara spongebob, upin dan ipin, serta  karakter lucu lainnya yang disukai anak-anak,” katanya kepada Kabar Madura.

Sulis mengungkapkan, sebelum terjun ke lapangan, para relawan yang tergabung di Kado sudah dibekali kemampuan mendongeng, baik belajar secara profesional maupun secara mandiri. Kini, para relawan itu dapat meniru suara sebagaimana karakter di film anak-anak.

Bahkan, kata Sulis, di Kado Pamekasan ini sudah ada relawan cilik yang mampu tampil dan menghibur banyak orang dengan mendongeng. Relawan cilik itu dia didik hingga bisa seperti sekarang. “Namanya Qitra Arsala El-Putri. Dia dapat dikatakan sebagai relawan Kado Pamekasan termuda yang fokus mendongeng,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, mengenai cerita-cerita yang didongengkan, lanjut Sulis, selalu mengandung unsur makna kebaikan, baik perilaku manusia antar manusia ataupun kisah-kisah islami, seperti sirah nabawiyah dan lainnya. 

Baca Juga:  Daftar Pemilih Bertambah 6.696 Orang, KPU Sampang: Masih Akan Terus Berubah

Sulis mengatakan, di Kado ini, tidak hanya mendongeng, juga ada atraksi sulap yang cukup menghibur, seperti sulap. Dengan demikian, para audien bisa menangkap secara sempurna terkait hikmah yang ingin disampaikan dalam dongeng maupun permainan yang disajikan komunitasnya tersebut.

“Ketika sulap, kita sisipkan nilai ketauhidan. Kita tanamkan kepada mereka bahwa segala sesuatunya atas kehendak Allah,” ungkap Dosen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Universitas Islam Madura (UIM) itu. 

Menurut Sulis, menanamkan nilai ketauhidan ataupun simpati dan empati kepada sesama terhadap anak diperlukan cara yang unik dan menyenangkan. Hal itu dikarenakan, anak diusia dini bisa lebih mudah menangkap pesan-pesan yang ingin disampaikan. 

“Karena ini relawan, jadi tidak ada patokan harga. Seikhlasnya dan sedikasihnya saja. Alhamdulillahnya kita ada donatur. Performnya di berbagai macam acara, misal ada lembaga, dan perayaan-perayaan hari tertentu,” jelas Sulis, Minggu (18/6/2023). 

Redaktur: Moh. Hasanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *