Mengenal Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana; Jebolan Magister Sains UI, Berpijak pada 3 Komitmen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) AKP Tomy Prambana, SIK., MH., M.Si, Kasatreskrim Polres Pamekasan

KABARMADURA.ID – Masa depan akan diwarnai oleh berbagai kemajuan. Kehidupan bakal semakin kompleks; hanya bisa dikendalikan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Begitulah paradigm polisi asal Kota Palembang itu dalam mencermati pendidikan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Umurnya baru 30 tahun. Tomy Prambana, nama lengkapnya. Sebelum mengabdikan diri di Kabupaten Pamekasan, dia bertugas di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, sebagai kepala kepolisian sektor (kapolsek). Budaya Madura tidak lagi asing baginya. Karena sudah setahun empat bulan dia berdinas di Kota Salak.

Kenaikan pangkatnya dari Inspektur Polisi Satu (Iptu) ke Ajun Komisaris Polisi (AKP) diiringi dengan pemindahan tempat tugas ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Pamekasan sebagai kepala satuan res kriminal (Kasatreskrim), menggantikan AKP Ahi Putranto Utomo. Hal pertama yang ada di pikirannya tentang Pamekasan ialah Kota Pendidikan.

“Karena di Pamekasan banyak lembaga pendidikan dan perguruan tinggi atau kampus. Jadi, sumber daya manusianya pasti lumayan bagus,” ujar bapak dua anak itu.

Ketertarikannya terhadap pendidikan memang cukup tinggi. Polisi berdarah Melayu itu berhasil menyelesaikan program megisternya di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2019, dengan predikat cumlaude. Baginya, pendidikan sangat penting. Karena kehidupan di masa depan akan banyak dipengaruhi oleh ilmu pendidikan dan teknologi.

Dalam menjalankan tugasnya, pria yang lahir di Kotabumi Kabupaten Lampung pada 12 Oktober 1990 itu mengaku akan meningkatkan langkah antisipasi terjadinya 3C. Yaitu: pencurian dengan kekerasan (curas),  pencurian pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Tiga hal itu yang menurutnya kerap meresahkan masyarakat.

Terbukti, meski baru genap sebulan bertugas di Pamekasan, dia berhasil mengungkap empat kasus curanmor. Kepandaiannya mengungkap kasus kriminal cukup teruji setelah lama bertugas di berbagai kota di Indonesia. Tugas pertamanya sebagai polisi bertempat di Yogyakarta. Kemudian ke Ibu Kota Jakarta. Setelah itu, bertugas di Surabaya selama 7 bulan. Kemudian di Bangkalan.

“Komitmennya tiga: ketertiban masyarakat, penegakan hukum, dan melindungi serta mengayomi masyarakat,” pungkas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2012 tersebut. (nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *