Mengenal Kepala Satpol PP Kusairi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) KUSAIRI: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pamekasan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), bukan musuh warga, tapi Satpol PP adalah sahabat dan kerabat warga. Sebagai seorang kerabat, Satpol PP akan hadir dengan selalu menjaga dan mengarahkan masyarakat. Begitulah komitmen Kusairi dalam mengemban amanah sebagai Kepala Satpol PP Pamekasan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Bapak empat anak itu kini tengah menerima amanah sebagai penegak peraturan daerah (Perda) di Kabupaten Pamekasan. Amanah besar itu dijalankan saat dirinya dilantik oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sebagai Kepala Satuan Polisi PP beberapa waktu lalu.

Pria yang kini tinggal di Jalan Cokroatmodjo Nomor 55 Pamekasan itu, sebelumnya pernah menjabat sebagai camat di dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Tlanakan dan Kecamatan Batumarmar. Sebelum dilantik sebagai Kasatpol PP, Kusairi pernah dua kali menjabat sekretaris di satuan petugas penegak perda itu.

Selama berada di barisan Satpol PP, dia banyak belajar bagaimana cara mengondisikan masyarakat, dan menertibkan masyarakat. Tidak jarang dia harus menerima umpatan dari sejumlah warga yang tidak bisa mengerti dan memahami bagaimana harusnya Perda diikuti.

Kini, setelah menjabat Kepala Satpol PP Pamekasam, dia bertekad untuk hadir di tengah masyarakat sebegai penegak Perda yang tegas serta professional, namun tetap bersahabat dan menjaga keharmonisan dengan masyarakat. Hal itu dinilainya lebih efektif ketimbang menekan masyarkat untuk mematuhi aturan dengan ancaman pentungan.

“Dengan komunikasi banyak persoalan bisa terselesaikan, tapi sebaliknya sebab komunikasi pula banyak masalah yang timbul, sehingga kedepan kami akan mengedepankan komunikasi dengan warga,” ucap pria kelahiran 16 Mei 1969 tersebut, Kamis (7/5/2020).

Ke depan, dia bertekad tidak akan meninggalkan syariat Islam dalam upaya penegakan Perda. Sebab menurutnya, dalam syariat Islam telah cukup lengkap bagaimana tata laksana penegakan hukum, termasuk bagaimana menimbang suatu maslahah dan mudarat bagi seluruh masyarakat.

Dengan begitu, dirinya yakin segala upaya yang dilakukan akan mampu diterima oleh masyarakat, karena syariat Islam akan selalu menyesuaikan dengan keadaan. Setidaknya, kaidah mengedepankan maslahah umum cukup baginya untuk menjadi kontrol dalam setiap tindakannya.

Selain itu, dia juga berjanji untuk terus meningkatkan sikap profesional kepada seluruh anggotanya. Sikap professional ini menurutnya sangatlah penting, sebab jika penegak kebenaran dan keadilan tidak memiliki jiwa professional, maka yang ada adalah ketidakadilan yang akan dirasakan masyarakat.

Dirinya juga mengakui, kontribusi dari semua pihak juga akan mendukung setiap langkah dalam upaya memajukan Kabupaten Pamekasan. Sehingga dia bertekad untuk selalu menggandeng setiap elemen masyarakat yang memiliki semangat yang sama, seperti para aktivis, lembaga swadaya masyarkat (LSM) dan teman-teman jurnalis.

“Kami akan terbuka kepada semua pihak, selama spirit kita sama dalam hal mewujudkan Pamekasan yang yang maju maka akan kami gandeng, termasuk aktivis, LSM dan juga wartawan, sebab melalui mereka pula kami bisa mnyerap aspirasi,” tutupnya. (pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *