Mengenal Lebih Dekat Sejarah Lahirnya Bukit Bertasbih Berada di Dataran Tinggi, Menyajikan Pemandangan Area Persawahan dan Laut

  • Whatsapp
(FOTO: ISTIMEWA) MENARIK: Beberapa pemuda berada di lingkungan bekas galian bukit di Desa Pendabah, Kecamatan Kamal, Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Upaya membangun dan rasa semangat berpariwisata di Bangkalan terus meningkat. Mulai dari memanfaatkan alam, dan kreatifitas warga. Atau bahkan memaksimalkan potensi keyakinan dan kearifan lokal masyarakat sekitar tentang wisata budaya dan sejarah.

HELMI YAHYA, BANGKALAN

Bacaan Lainnya

Bangkalan yang merupakan bekas dari daerah kerajaan tentu memiliki aliran dan peninggalan tempat yang cukup menarik. Selain mitos dan kepercayaan warga mengenai legenda masa lalu, beberapa tanda keanehan juga layak menjadi aset dan wisata budaya yang juga harus dilindungi.

Salah satu keanehan dan keajaiban pada mitos dan legenda kepercayaan warga adalah batu cenning dan makam keramat yang dikenal dengan Bhujuk Cempakah. Sehingga dua ikon sejarah tersebut menjadi prioritas tawaran untuk para pengunjung.

Tawaran menarik pada Bukit Bertasbih adalah lokasinyan yang berada pada dataran tinggi. Sehingga pemandangan ke arah selatan akan nampak area persawahan, sedangkan ke arah barat akan tampak pemandangan laut luas.

”Batu cenning ini batu yang unik, saat diadu dengan batu lainnya bunyinya seperti kuningan,” cerita Zainur Rosi salah satu pengelola wisata Bukit Bertasbih

Menurut Rosi, disamping batu Cenning juga ada bekas pijakan kaki raksasa. Pijakan itu yang dipercaya masyarakat sekitar merupakan raksasa terdahulu. Sehingga jika bekas tersebut dirawat dan dijaga dengan baik tentu akan mengundang banyak wisatawan.

”Itu kan nilai peninggalan sejarah, jadi sudah seharusnya kami jaga bersama,” ulasnya.

Wisata yang dibangun menurut Rosi akan memiliki dampak signifikan pada masyarakat. Selain menunjang pertumbuhan ekonomi, nantinya juga bisa mengurangi angka pengangguran di Desa Pendabah. Lokasi wisata yang memang merupakan bekas galian juga disebutkan sebagai salah satu cara pemanfaatan agar tidak terbengkalai dan hanya merusak lingkungan.

”Tidak ada salahnya kami coba kembangkan jadi tempat yang lebih menarik, tentu dengan menjadikannya lokasi wisata,” utaranya.

Rosi mengaku sudah melakukan proses pengembangan dan koordinasi bersama dengan kepala desa setempat. Bahkan Rosi juga sudah siap menguruskan izin dan tertib administrasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

”Saya sudah koordinasikan pada pemkab dan kades, tinggal menunggu pengembangannya dan peresmiannya nanti,” jelasnya

Beberapa permainan dan wahana juga kemungkinan akan dibangun agar menambah ketertarikan pada wisata tersebut. Selain itu, akses jalan dan pertokoan menuju akses wisata bakal segera ditingkatkan.

”Kami sudah lakukan pembenahan, tinggal menunggu penyelesaiannya,” paparnya.

Kepala Desa Pendabah, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Syaiful Dulla mendukung penuh proses pembentukan dan pemanfaatan bekas galian tersebut menjadi tempat wisata. Pengembangan wisata diakui sebenarnya juga menjadi keinginannya. Hanya saja membutuhkan pemikiran dari pemuda.

”Saya dukung dan pasti bantu, karena ini nanti dapat membantu memperbaiki perekonomian warga,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *