Mengenal Lebih Dekat Kampung Pendidikan Mandhala Senom, Hadirkan Pendidikan Gratis dengan Metode Menyenangkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TANPA PAMRIH: Anggota Kampung Pendidikan Mandhala Senom sedang bersama warga belajar dari tingkat SD dan SMP.

KABARMADURA.ID – Komunitas ini merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki keinginan besar memajukan kualitas anak bangsa. Bagaimana tidak, mereka bergotong-royong mendidik generasi muda, tanpa mengharap imbalan apa pun. Komunitas ini bernama Kampung Pendidikan Mandhala Senom.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Komunitas yang bergerak di bidang peningkatan pendidikan tersebut berdiri tahun 2014. Di dalamnya, berkumpul orang-orang berdedikasi dan memiliki mimpi besar memajukan sumber daya manusia (SDM) di Madura.

Madhala Senom hadir menawarkan berbagai layanan gratis. Semisal, bimbingan belajar (bimbel) gratis untuk siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Komunitas ini didirikan oleh Zainal Alim (alm) dan Sajjad yang saat ini menjadi ketuanya..

Uniknya, komunitas ini hadir mendidik generasi muda tanpa memungut bayaran sepeser pun. Para pelajar SD dan SMP yang belajar di komunitas ini dibimbing dengan sukarela, alias gratis. Pelajar tersebut diberikan materi beberapa pelajaran: matematika, ilmu pengetahuan alam (IPA), agama, dan ilmu komputer. Bahkan, anak-anak yang dibina di komunitas tersebut ada yang berhasil menghafal Al-Qur’an 29 juz.

Tidak hanya itu, berkat usaha anggota Komunitas Kampung Pendidikan Mandhala Senom, anak SD di Kelurahan Barurambat Timur Pamekasan sudah pandai mengoperasikan Microsoft Excel. Hal itu merupakan pencapaian yang cukup tinggi. Sebab, tidak banyak anak SD yang mampu mengoperasikan komputer hingga pandai mengoperasikan Micorosoft Exel.

SDM Kempung Pendidikan Madhala Senom saat ini berjumlah sekitar 30 orang. Anggotanya berasal dari berbagai daerah di Madura. Bahkan, beberapa anggota berasal dari luar Madura. Sementara, warga belajarnya saat ini juga berjumlah sekitar 30 orang. Pada awal komunitas ini berdiri, warga belajarnya mencapai ratusan.

“Mimpi awalnya kami tergerak untuk menghadirkan pendidikan alternatif. Berbeda dengan sekolah. Kami hadir dengan metode berbeda yang lebih menyenangkan,” ucap Wakil Ketua Kampung Pendidikan Mandhala Senom, Mohammad Bustanol Husein.

Ia juga menambahkan, warga belajar juga diajak belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Bahkan, sejak dini mereka sudah diberi wawasan berbagai macam hal. Mereka diajak ke Palang Merah Indonesia (PMI) untuk belajar tentang pertolongan pertama. Mereka juga diajak belajar tentang cara pemadam kebakaran. Serta diajak belajar tentang peternakan ke balai benih ikan.

“Pertemuan kita setiap hari Minggu, karena pandemi. Kalau dulu, seminggu bisa empat kali pertemuan,” pungkasnya.

 

REDAKTUR: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *