Mengenal Lebih Jauh Kasatlantas Polres Pamekasan, AKP Deddy Eka Aprianto

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) BERDEDIKASI: Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Deddy Eka Aprianto, SH saat bertugas mengawal lalu lintas di saat banjir.

KABARMADURA.ID – 22 tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjadi abdi negera. Pria dengan nama lengkap Deddy Eka Aprianto ini menjalaninya dengan penuh dedikasi. Ia tidak bosan untuk melayani warga.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Bapak tiga anak ini merupakan putra daerah Malang yang telah mendedikasikan seluruh pengabdiannya di beberapa daerah di Indonesia. Saat ini, dia belum genap satu tahun menjabat Kasat Lantas di Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan.

Sebelumnya, dia mengemban amanah pada jabatan yang sama di Polres Sumenep. Lama di Madura membuatnya banyak memahami budaya Madura. Sebagai pendatang, dia menilai, warga Madura merupakan warga yang mudah diajak kerja sama..

Adat yang kental dan kekeluargaan yang kuat, banyak membantu tugasnya sebagai pengayom masyarakat. Meski telah bertahun-tahun menjadi polisi pria dengan pangkat ajun komisaris polisi (AKP),  ia mengaku tidak pernah merasa bosan mengayomi masyarakat.

“Tugas harus dijalankan dengan sebaik mungkin karena ini perintah negara dan kita disumpah untuk menjalankannya dengan baik,” ucap pria 40 tahun tersebut.

Bahkan, meski jauh dari keluarga, sama sekali tidak mengurangi dedikasinya mengabdi kepada negara. Di tengah kepadatannya menjalani tugas di Pamekasan, ia tetap menjalan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah bagi anak-anaknya. Ketiga anaknya menempuh pendidikan di Surabaya. Anak sulungnya saat ini sedang duduk di kelas 1 SMP, sementara anak keduanya kelas 5 SD dan anak bungsunya masih kelas 1 SD.

Untuk bertemu dengan mereka, dia harus menunggu ada tugas ke Polda Jatim atau saat ke Surabaya. Jika tidak, maka dia hanya bertemu virtual melalui layanan video call. Dia sadar bahwa risiko menjadi polisi yaitu banyak hal yang harus dikorbankan, termasuk keluarga.

Menjadi seorang polisi sebenarnya dorongan dari keluarga. Motivasi dari kedua orang tua menjadi faktor paling dominan. Kendati begitu, motivasi orang tua berbanding lurus dengan semangatnya menjadi abdi negara dengan kostum cokelat.

Deddy merupakan lulusan SMA Bhayangkari 1 Surabaya gelar sarjana hukum diraih di Universitas Bhayangkara Surabaya. Dia menikmati menjadi polisi karena dengan begitu dia bisa mengenal banyak pihak, banyak budaya, dan banyak kota dengan banyaknya tugas ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kita bisa mengenal banyak daerah, menambah teman dan bisa belajar dari banyak karakter,” tutupnya. (maf)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *