oleh

Mengenal Lebih Jauh Ketua Komisariat PMII Uniba Moh. Zuhri

Bangga Menjadi Bagian dari Keluar Uniba

Kabarmadura.id/Pamekasan-Apa yang diinginkan harus dilakukan saat ini juga. Itulah motto hidup Moh. Zuhri dalam menjalani proses hidupnya serta menekuni perannya sebagai Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura.

ALI WAFA, SUMENEP

Pria asal Lenteng Sumenep tersebut merupakan mahasiswa Universitas Bahauddin Mudhary (Uniba) Madura yang dikenal cerdas dan supel terhadap lingkungan sekitarnya. Mahasiswa yang saat ini duduk di semester dua tersebut menjadi panutan teman-temannya, lantaran dia dipercaya untuk menjadi Ketua Komisariat PMII UNIBA Madura.

Dia dipilih oleh teman-temannya lantaran dinilai sebagai seorang yang kritis dan berwawasan luas, sehingga dia diyakini dapat membawa PMII menjadi organisasi yang berkualitas dan bermartabat di lingkungan UNIBA Madura.

Sebagai seorang nakhoda, melalui PMII dia memiliki cita-cita ingin mengembalikan citra dan martabat mahasiswa yang dulunya sempat bergeser kembali menjadi kebanggaan semua pihak.

Menurutnya, publik melihat mahasiswa saat ini sudah tidak seperti cara pandang masyarakat dulu dalam menilai mahasiswa. Dia merasa ada yang hilang dalam diri mahasiswa saat ini.

Hal itu dilakukan dengan sejumlah misi, pertama yang menjadi prioritasnya, yaitu dengan mengembangkan kualitas intelektual mahasiswa UNIBA Madura dengan rajin melakukan diskusi-diskusi seputar berbagai disiplin keilmuan, mulai dari filsafat, ekonomi, agama, tasawuff dan bahkan politik.

“Saya ingin mengembalikan sesuatu yang selama ini sempat hilang dalam diri mahasiswa, sesuatu itu penting karena dulu sempat menjadi mahkota bagi seluruh mahasiswa di Indonesia,” tegasnya, Senin (22/6/2020).

Kendati begitu, dia menyadari bahwa korp yang dibangun saat ini merupakan korp yang masih perlu banyak penataan. Dari itu, dia melakukan berbagai cara agar organisasinya bisa semakin tumbuh besar dengan kualitas yang mumpuni.

Hal itu pertama yang dilakukan dengan prinsip persuasi dan kekeluargaan. Dengan begitu, dia berkeyakinan akan mampu membangun kesolidan sahabat-sahabatnya dalam membangun organisasi.

Bahkan sejumlah kegiatan diskusi dan kajian ilmiah dilakukan secara sederhana dengan menempatkan lokasi kajian di rumah-rumah para pengurus. Hal itu dinilai unik dan mengandung banyak manfaat, sebab dengan begitu kesolidan pengurus menjadi terbangun dan rasa peduli menjadi semakin besar.

Zuhri mengaku senang dan bersyukur bisa menjadi bagian dari anggota keluarga UNIBA Madura. Menurutnya, UNIBA Madura merupakan kampus yang paling pesat dalam melakukan perubahan demi perubahan.

Tidak hanya fasilitas yang menurutnya sangat tertunjang, namun kualitas tenaga pengajarnya diakui sebagai bagian dari kelebihan UNIBA Madura. Meski tergolong baru, dia menilai UNIBA Madura adalah kampus hebat.

“Saya senang bisa menjadi bagian dari UNIBA Madura, untuk kampus baru, ini kampus hebat, bisa berdiri dengan begitu cepat dengan kelengkapan fasilitas dan tenaga pengajar yang mumpuni,” tutup mahasiswa Jurusan Design Komunikasi Visual (DKV) itu. (pin)

 

 

Komentar

News Feed